JOGJA HARI INI : Trauma yang Tersisa
Dampak dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare ternyata tidak hanya membekas pada fisik dan mental anak, namun juga meninggalkan trauma
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Sampai sejauh ini, Pemkot Yogyakarta pun terus berkoordinasi untuk mengawal proses hukum sekaligus memastikan hak-hak anak sebagai korban terpenuhi.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, mayoritas anak yang melapor merupakan alumni maupun siswa aktif yang pernah menghuni penitipan anak maupun Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah naungan Little Aresha.
Eno pun mengungkapkan, pola aduan yang masuk cenderung serupa, yakni adanya dugaan kekerasan yang dialami anak selama berada di lembaga tersebut sejak kisaran tahun 2018.
Mengingat besarnya jumlah korban dan potensi trauma yang dialami, Pemkot Yogyakarta memberikan perhatian serius pada aspek psikologis korban maupun orang tua.
Dijelaskan, bahwa pihaknya telah mengerahkan sumber daya manusia dengan status ahli dalam jumlah besar untuk melakukan proses-proses pendampingan.
"Kami sudah menggandeng 94 psikolog. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari UPT PPA, Ikatan Psikologi Klinis, HIMPSI, hingga psikolog dari rumah sakit dan puskesmas se-Kota Yogyakarta," terangnya.
Baca juga: Cukupi 97 Persen Kebutuhan Kurban, Pemda DIY dan UGM Terjunkan Ratusan Petugas Antisipasi Penyakit
"Beberapa ada yang dirujuk ke klinik tumbuh kembang untuk anak-anaknya. Ada juga yang kami rujuk ke dokter atau puskesmas untuk pemeriksaan fisik maupun kesehatan lainnya," tambah Eno.
Jaminan pemkot
Pemkot Yogya memberikan garansi tidak ada lagi tempat penitipan anak dengan kondisi buruk layaknya Little Aresha.
Kepastian ini didapat setelah tim gabungan menyelesaikan proses penyisiran atau sweeping secara menyeluruh terhadap puluhan daycare di wilayah Kota Pelajar.
Eno memang tak menampik, masih ada daycare yang belum berizin.
Namun, ia menegaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan rata-rata kondisi tempat penitipan anak di Kota Yogya dalam keadaan terkendali dan layak.
"Insyaallah tidak ada (kondisi seperti Little Aresha). Kami sudah melakukan pendataan secara keseluruhan melibatkan dinas pendidikan hingga lurah. Beberapa yang kami kunjungi fasilitasnya cukup bagus, ventilasi bagus, dan sudah memiliki ruang khusus," ucap Eno.
Berdasarkan hasil penelusuran pascakasus Little Aresha, Pemkot Yogya mencatat setidaknya terdapat total 68 daycare yang beroperasi yang teridentifikasi.
Dari jumlah tersebut, 37 lokasi telah mengantongi izin resmi dari pemerintah, sementara 31 lainnya tengah didorong untuk segera merampungkan proses perizinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Beban-Psikologis-Orang-Tua-Korban-Little-Aresha-Terjebak-Rasa-Bersalah-hingga-Putuskan-Resign-Kerja.jpg)