Koperasi Desa Merah Putih dan Kembalinya Roh Soemitronomics dalam Ekonomi Indonesia
Setelah reformasi 1998, koperasi di Indonesia mengalami pertumbuhan kuantitatif yang signifikan.
Editor:
ribut raharjo
Istimewa
Antonius Harya, Staf Ahli DPRD Kabupaten Sleman, Kader Gerindra Masa Depan XV, dan Lulusan Magister Filsafat UGM DIY
Koperasi yang berbasis pada ekonomi Soemitro bukanlah sekadar lembaga formal, tetapi alat
perjuangan ekonomi yang mampu membebaskan desa dari ketergantungan pada kapitalisme asing dan oligarki nasional.
Jika kapitalisme mengandalkan kekuatan modal, maka koperasi mengandalkan kekuatan gotong royong, solidaritas, dan kemandirian masyarakat desa.
Inilah saatnya kita membuktikan bahwa koperasi bukanlah konsep ekonomi yang gagal,
melainkan kekuatan ekonomi yang selama ini belum dikelola dengan benar.
Dan melalui Kopdes Merah Putih, mimpi besar Soemitro bisa benar-benar menjadi kenyataan. (*)
Baca Juga
| Puluhan Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Magelang, Segera Didistribusikan ke Desa-desa |
|
|---|
| Kepala Kankemenag Kulon Progo Dorong KKPN Soeka Kolaborasi dengan KDMP |
|
|---|
| Pemda DIY Mitigasi Dampak Pemotongan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Babak Baru Dugaan Kasus Penggelapan Uang Koperasi di Jogja, Tersangka Sempat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Ikuti Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Kulon Progo Harus Alokasikan PPPK untuk Mendampingi KDMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/harya-gerindra-ok.jpg)