Aksi Kolaborasi CSR Dukung Pencegahan Stunting di Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk menurunkan angka stunting yang ada di wilayahnya.

Dok istimewa
STUNTING : Program 1000 HPK Si Penting jadi upaya kolaboratif untuk tangani stunting di Kota Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta menggandeng pihak swasta untuk turut berkontribusi menurunkan angka stunting di wilayahnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk menurunkan angka stunting yang ada di wilayahnya.

Berbagai program pun telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Tak hanya mengandalkan anggaran dari APBD maupun APBN saja, Pemkot Yogyakarta juga menggandeng pihak swasta untuk berkontribusi dalam menurunkan angka stunting.

Salah satunya dengan menggandeng PT Sarihusada Generasi Mahardika bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kota Yogyakarta, Human Initiative DIY, Rumah Zakat DIY, dan Pemerintah Kota Yogyakarta menginisiasi Aksi Kolaborasi CSR untuk mendukung pencegahan stunting melalui program 1000 Hari Pertama Kehidupan Aksi Pencegahan Stunting (1000 HPK Si Penting).

Program ini menyasar Kelurahan Sorosutan dan Kelurahan Tahunan di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tahun ini.

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa Aksi Kolaborasi CSR menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan di Kota Yogyakarta, terutama dalam upaya penurunan angka stunting.

Ia mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Sarihusada Generasi Mahardika dan Human Initiative, yang berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Yogyakarta.

“Kolaborasi gotong-royong seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dan aksi nyata dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di kota kita,” kata Hasto, Senin (17/03/2025).

Baca juga: Disnakertrans DIY Buka Posko Aduan THR, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi

“Mari kita lanjutkan semangat persatuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama yang membutuhkan.”

Pada kesempatan yang sama, Hasto juga memberikan apresiasi kepada Rumah Zakat yang telah melaksanakan renovasi rumah bagi warga terdampak bencana.

Joko Yulianto, Factory Director Danone Specialized Nutrition East, menekankan bahwa stunting adalah masalah serius yang dapat memengaruhi perkembangan anak.

Edukasi mengenai pencegahan stunting, khususnya selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal bagi anak-anak.

“Program 1000 HPK Si Penting bertujuan memberikan edukasi dan literasi terkait pencegahan stunting. Ini bukan hanya manfaat jangka pendek, tapi juga untuk pembangunan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia dan mendukung terwujudnya generasi emas 2045.

Selain terlibat dalam program 1000 HPK Si Penting, PT SGM juga berkontribusi dalam berbagai program CSR lain di Yogyakarta, seperti Sampahku Tanggungjawabku (Samtaku), pertanian perkotaan, beasiswa LOTA, pendampingan UMKM, serta rehabilitasi rumah pasca-bencana, yang telah memberikan manfaat bagi lebih dari 1000 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved