Mampu Akselerasi Pelayanan Kependudukan, DPRD Kota Yogyakarta Dorong Disdukcapil Tambah Jumlah ADM

DPRD Kota Yogyakarta mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta untuk menambah Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki (kiri), Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro (tengah), dan Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Novita Mawar Sharon (kanan) dalam Obrolan Tugu Jogja, Selasa (19/11/2024) 

“Selagi bermanfaat untuk masyarakat, kami akan berusaha mendukung. Saat ini layanan memang sudah dipermudah, namun keamanan data juga sangat penting untuk ditingkatkan, mengingat kemungkinan ada hacker (peretas),” lanjutnya.

Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki mengungkapkan antrean panjang di kantor Disdukcapil maupun MPP membuat Disdukcapil Kota Yogyakarta harus berinovasi.

 Sehingga pelayanan kependudukan bisa lebih cepat dan mudah. Yang melatarbelakangi inovasi ADM lainnya adalah adanya praktik calo dan pungutan liar zaman dulu. Melalui ADM diharapkan dapat memotong praktik tersebut.

“ADM ini diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri, selanjutnya Disdukcapil Kota Yogyakarta menindaklanjuti dengan tetap berkoordinasi. Mesin ADM ini sangat berguna bagi masyarakat, terutama dalam mencetak dokumen kependudukan. Dengan adanya ADM ini mendekatkan layanan kepada masyarakat, sehingga nggak perlu ke Dukcapil atau MPP,” ungkapnya 

Kehadiran ADM bertujuan untuk mempermudah pelayanan, agar terwujud pelayanan prima dalam dokumen kependudukan. Melalui ADM, masyarakat bisa mengurus dokumen kependudukan secara mandiri dimana saja.

Ia menerangkan ADM bisa diakses ketika masyarakat sudah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dalam IKD telah memuat beragam data kependudukan, mulai dari KTP, KK, akta kelahiran, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan lain-lain.

Ketika ingin melakukan update data, masyarakat bisa melakukan perubahan data melalui IKD yang ada di handphone masing-masing. Setelah itu, masyarakat akan mendapatkan password untuk mencetak dokumen kependudukan di ADM.

“Tantangannya adalah memahamkan ke masyarakat, ketika punya HP tapi gaptek, sama saja. Punya HP tetapi kalau nggak support aktivasi IKD, ADM juga nggak bisa dimaksimalkan, sehingga lebih banyak yang manual. Ini tantangan kami, untuk melakukan sosialisasi juga terkait IKD,” ungkapnya.

“Tentu kami juga perlu anggaran untuk menambah ADM juga, karena memang belum ada di setiap wilayah. Kami setiap minggu keliling di 8 ADM untuk monev, memastikan kondisi mesin, mengecek kertas. Salah satu ADM yang ada di UPT Pasty di Dongkelan itu bisa habis 1 rim kertas. Artinya kan masyarakat benar-benar membutuhkan, Ke depan memang perlu dikembangkan lagi,” sambungnya.

Sementara terkait keamanan data, pihaknya selalu melakukan pengembangan dan monitoring untuk antisipasi peretas. Pihaknya pun mengikuti alur pengamanan data. Pihaknya memastikan server aman dan memenuhi ISO 27001. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved