Dampak El Nino Diprediksi Turunkan Produksi Beras di DIY, DPKP Pastikan Stok Masih Aman

Kepala DPKP DIY Sugeng Purwanto, mengatakan stok beras bagi masyarakat DIY diperkirakan masih akan tercukupi hingga akhir Desember

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Ilustrasi beras 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memprediksikan fenomena El Nino dapat menurunkan produksi panen beras di DIY tahun ini.

Meski demikian, DPKP DIY memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya masih aman. 

Kepala DPKP DIY Sugeng Purwanto, mengatakan stok beras bagi masyarakat DIY diperkirakan masih akan tercukupi hingga akhir Desember nanti.

"Kami yang di DIY khusus untuk beras kami sangat safe (aman)," kata Sugeng, Minggu (15/10/2023).

Dia menuturkan perhitungan kebutuhan rata-rata mingguan masyarakat DIY lebih kurang 7.600 ton. 

Namun dari data di lapangan setidaknya tersedia 14 ribu ton beras yang tersebar di gudang-gudang masyarakat. 

"Jadi dari prediksi sampai akhir Desember untuk beras aman. Kemudian 11 bahan pangan pokok yang lain pun pada kondisi aman," ujarnya.

Sugeng menungkapkan fenomena El Nino yang membuat kemarau ini makin kering menjadi peringatan tersendiri. 

Kondisi ini menurutnya dapat memengaruhi stok beras ke depan.

"Tapi pastinya sampai dengan akhir November kami masih punya panenan lebih kurang ya masih ada kalau 600-1000 hektare sampai di akhir November, ini sisa-sisa yang kemarin," terangnya.

Ia tidak memungkiri akan ada penurunan prpduksi beras, akan tetapi pihaknya masih memiliki cadangan beras sampai dengan Desember 2023.

"Jadi meskipun nanti tetap akan ada penurunan produksi tapi kami masih punya cadangan-cadangan yang insya allah ini masih cukup sampai dengan akhir Desember. Moga-moga el nino tidak terlalu panjang," ungkapnya.

Apabila El Nino akan berlangsung lebih panjang dari prediksi, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah alternatif untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kalau (el nino) panjang nanti kita cari alternatif lain. Misalnya kita akan konsentrasi ke wilayah-wilayah yang airnya masih ada, kita akan tanam komoditas-komoditas yang berumur pendek. Jadi mana kala kekurangan air umurnya tidak terlalu panjang itu masih bisa nguber (mengejar). Kemudian kami juga menanam tanaman varietas-varietas yang tahan terhadap kekeringan, itu kan banyak jenisnya," paparnya.

Terkait dengan harga beras yang masih cukup tinggi, kata Sugeng hal itu memang tidak bisa dipungkiri. Kondisi ini dinilai sebagai dampak kekhawatiran masyarakat. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved