Stok 49.000 Ton, BULOG Pastikan Pasokan Beras DIY Aman hingga Awal 2026

Ia menegaskan bahwa stok beras yang dikelola BULOG untuk wilayah DIY telah melebihi kebutuhan jangka pendek.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi Beras 

Ringkasan Berita:
  • BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta memaparkan saat ini DIY memiliki stok beras 49.000 ton.
  • Stok beras sebanyak itu diklaim aman untuk persediaan hingga awal 2026.
  • Bulog menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir apabila terjadi peningkatan permintaan, karena BULOG memiliki mekanisme suplai tambahan dari wilayah kerja lain.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta memastikan ketersediaan beras di DIY berada pada level aman, ditopang stok 49.000 ton yang diyakini mencukupi hingga awal 2026. 

Kepastian ini disampaikan Pemimpin BULOG Kanwil Yogyakarta yang baru, Dedi Aprilyadi, saat bersilaturahmi kepada Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Selasa (18/11).

Dalam pertemuan tersebut, Dedi melaporkan kesiapan BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, termasuk langkah antisipasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Ia menegaskan bahwa stok beras yang dikelola BULOG untuk wilayah DIY telah melebihi kebutuhan jangka pendek.

“Stok kita untuk saat ini beras medium ada sebanyak 49.000 ton. Saya yakin itu sangat mencukupi sampai akhir tahun 2025 ini, bahkan lebih memasuki tahun 2026,” ujar Dedi. 

Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir apabila terjadi peningkatan permintaan, karena BULOG memiliki mekanisme suplai tambahan dari wilayah kerja lain.

Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, selain mengelola pasokan untuk DIY, juga menangani sebagian stok pangan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Total stok yang berada dalam kendali kanwil saat ini mencapai 172.000 ton. Menurut Dedi, angka itu memastikan stabilitas pasokan hingga pertengahan 2026.

“Total stok yang kita kuasai untuk Perum BULOG Kanwil Yogyakarta sebanyak 172 ribu ton. Apabila stok yang dikelola di Yogyakarta kekurangan, kita akan alihkan dari Jawa Tengah dan itu satu hari juga bisa sampai. Jadi kami yakin jumlah ini cukup untuk bertahan sampai pertengahan tahun 2026,” terang Dedi.

Lintas sektor

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kesiapan BULOG menjaga ketahanan pangan daerah. 

Sri Paduka menegaskan bahwa Pemda DIY siap memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY (DPKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, maupun Dinas Sosial.

“Kami siap berkolaborasi bersama Perum BULOG Kanwil Yogyakarta. Baik di sektor pertanian melalui Dinas DPKP DIY, maupun melalui Disperindag DIY dan Dinas Sosial DIY,” ujar Sri Paduka.

Ia menyampaikan harapan agar penugasan baru Dedi di Yogyakarta dapat berjalan lancar dan memperkuat koordinasi yang sudah terbentuk.

Pada kesempatan itu, Dedi turut melaporkan capaian penyerapan gabah dan beras sepanjang 2025. Dari target 40.000 ton, realisasi penyerapan mencapai 46.000 ton atau melampaui 100 persen. “Alhamdulillah dari penyerapan itu kita akan salurkan untuk kebutuhan masyarakat dalam penyalurannya,” katanya.

Menjelang HBKN, BULOG bersama dinas terkait juga menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) yang berlangsung hingga 5 Desember 2025. Selain itu, pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus digencarkan dengan rata-rata alokasi 100 ton per hari di DIY.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved