Update Gunung Merapi: Terpantau 14 Kali Guguran Lava Pijar dalam 6 Jam Terakhir

Dalam periode pengamatan enam jam terakhir, mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak 14 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak gunung

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja
Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN  – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas yang tinggi.

Dalam periode pengamatan enam jam terakhir, mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak 14 kali guguran lava pijar meluncur dari puncak gunung menuju arah barat daya.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan, jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 2.000 meter (2 km) yang mengarah ke Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.

Sementara secara visual, gunung terlihat jelas meski sempat tertutup awan, dengan asap kawah utama berwarna putih berintensitas sedang hingga tebal setinggi 300 meter dari puncak.

Aktivitas di perut Gunung Merapi juga terpantau masih cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari aktivitas kegempaan yang menandakan suplai magma masih terus berlangsung.

Selama enam jam terakhir tercatat ada gempa guguran sebanyak 34 kali dengan Amplitudo 2-17 mm, durasi hingga 188 detik).

Kemudian gempa hybrid/Fase Banyak: 23 kali serta gempa tektonik lokal sebanyak 1 kali.

Untuk cuaca di puncak, pada hari ini dilaporkan cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 18,3°C hingga 20°C.

Angin bertiup lemah ke arah timur dengan tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi mencapai 98 persen.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 4 Mei 2026, Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah DIY Hari Ini

Rekomendasi Bahaya bagi Masyarakat

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan potensi bahaya utama di sektor selatan-barat daya dan tenggara.

Masyarakat diimbau untuk menjauhi radius berbahaya sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved