Aktivitas Gunung Merapi Jumat 12 Juni 2026: Teramati 10 Kali Guguran Lava Selama 6 Jam Terakhir

Gunung Merapi teramati mengalami 10 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2000 meter, Jumat (12/6/2026) pagi

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Jumat (12/6/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 10 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (12/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 49 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-40 mm dan lama gempa 24.89-193.83 detik.

Selain itu, tercatat pula 31 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 10.22-32.89 detik.

Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 50 mm, dan lama gempa 16.5 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah nihil.

Cuaca teramati berawan, angin tenang ke arah timur.

Baca juga: Faktor Pemicu Puluhan SPPG MBG di Wilayah Yogyakarta Berhenti Operasi

Suhu udara sekitar 18-19.2°C. Kelembaban 75.3-83 persen. Tekanan udara 876.8-920 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved