Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Rabu 10 Juni 2026 Siang

Gunung Merapi dilaporkan mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-15 mm dan lama gempa 52.14-190.97 detik, Rabu (10/6/2026) siang

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Laporan aktivitas kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-15 mm dan lama gempa 52.14-190.97 detik.

Selain itu, tercatat pula 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 8.88-55.9 detik.

Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 14.43 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan pagi-siang ini, Rabu (10/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Sementara untuk cuaca teramati berawan hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 21.8-25.6°C. Kelembaban 75.8-77.1 persen. Tekanan udara 876.1-920.5 mmHg.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Rabu 10 Juni 2026: Teramati Ada 5 Kali Guguran Lava

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved