Laporan Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Selasa 9 Juni 2026: BPPTKG Catat Ada 9 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 9 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter, Selasa (9/6/2026) pagi ini

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi, Selasa (9/6/2026) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 9 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Selasa (9/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-10 mm dan lama gempa 42.08-170.03 detik.

Serta 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P 0.4-0.7 detik dan lama gempa 21.33-51.43 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 75 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati cerah hingga mendung, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 14.1-18°C. Kelembaban 89-89.9 persen. Tekanan udara 874.7-918 mmHg.

Baca juga: Menanti Kepastian Ilmiah Terkait Fenomena Api di Seyegan

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved