Aktivitas Gunung Merapi Senin 8 Juni 2026: Teramati 5 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur 2000 Meter

Gunung Merapi teramati mengalami  5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter, Senin (8/6/2026) pagi

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Senin (8/6/2026) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami  5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (8/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 33 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-27 mm dan lama gempa 40.89-169.8 detik.

Serta 34 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-42 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 11.11-32.89 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara cuaca teramati cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 13.7-17°C. Kelembaban 79.8-93 persen. Tekanan udara 875.2-919 mmHg.

Baca juga: Teror Api Seyegan: 110 Titik Kebakaran Misterius, Kerugian Capai Rp60 Juta

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved