Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Teror Api Seyegan: 110 Titik Kebakaran Misterius, Kerugian Capai Rp60 Juta
Tercatat hanya tiga titik api muncul. Pukul 01.45, celana olahraga hitam di kamar belakang terbakar. Disusul pukul 03.16, baju di depan kamar mandi
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Fenomena kebakaran misterius di rumah Agus Yani, Kasuran, Seyegan, Sleman, memasuki hari ke-16 dengan total 110 titik api. Intensitas sedikit menurun, namun kerugian keluarga ditaksir mencapai Rp50–60 juta. Penelitian lintas lembaga masih meneliti hipotesis rembesan gas bawah tanah.
Tribunjogja.com Sleman - Memasuki hari keenam belas, Sabtu (6/6/2026), intensitas teror api di rumah Agus Yani sedikit menurun.
Tercatat hanya tiga titik api muncul. Pukul 01.45, celana olahraga hitam di kamar belakang terbakar. Disusul pukul 03.16, baju di depan kamar mandi membara.
Butuh waktu hampir 14 jam hingga api kembali muncul. Pukul 17.06, lemari plastik cokelat di ruang tengah dilalap api dengan kobaran cukup besar.
Jumlah ini relatif menurun dibandingkan sehari sebelumnya, Jumat (5/6/2026), ketika enam titik api tercatat, termasuk dua kali membakar barang di rumah kontrakan Laila, tetangga utara rumah Agus.
Rekap Titik Api
- Rabu (3/6/2026): 10 titik api, terbanyak dalam bulan Juni.
- Kamis (4/6/2026): 7 titik api, termasuk kasur, kardus telur, dan gulungan kabel.
- Jumat (5/6/2026): 6 titik api, sebagian di rumah kontrakan Laila.
- Sabtu (6/6/2026): 3 titik api, intensitas menurun.
- Minggu (7/6/2026): 2 titik api hingga pukul 10.30, membakar dapur belakang dan tumpukan kayu.
Sejak pertama kali muncul pada Sabtu (23/5/2026), total ada 110 kejadian kebakaran dalam 16 hari. Objek yang terbakar beragam: pakaian, kasur, perabot, kayu, hingga tas punggung.
Hipotesis Penyebab
Fenomena ini disebut sebagai fenomena alam langka. Hipotesis utama adalah rembesan gas dari tanah, terutama hidrogen dan fosfin, yang memicu kebakaran spontan.
Sejumlah penelitian dari UGM, UPN, BPPTKG, Tim Gegana Polda DIY, dan BRIN telah dilakukan.
Hasil sementara dipaparkan bersama BPBD Sleman empat hari lalu di Kantor Kapanewon Seyegan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
H. Mutfiana, salah satu penghuni rumah, mengaku kelelahan fisik dan psikis akibat teror api yang tak kunjung berhenti.
Aktivitas ekonomi keluarga terganggu karena rumah juga difungsikan sebagai usaha pemotongan ayam.
Kerugian finansial ditaksir mencapai Rp50–60 juta. Puluhan juta rupiah melayang akibat kerusakan rumah dan perabotan.
“Kami hanya berharap teror api ini segera berakhir,” ujarnya.
Evaluasi dan Harapan
Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan akademisi. Selain aspek ilmiah, dampak sosial-ekonomi keluarga korban juga menjadi sorotan.
Penelitian lanjutan diharapkan segera menemukan solusi agar teror api tidak berulang. (Hdy)
Baca Berita selengkapnya di Tribunjogja
• Tumpukan Kayu Terbakar, Penghuni Rumah Berharap Teror Api di Seyegan Segera Berakhir
| Tumpukan Kayu Terbakar, Penghuni Rumah Berharap Teror Api di Seyegan Segera Berakhir |
|
|---|
| Hari Keenam Belas, 110 Titik Api Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman |
|
|---|
| Hari ke-15 Teror Api di Rumah Warga Seyegan Sleman, Celana dan Baju Depan Kamar Mandi Terbakar |
|
|---|
| Teror Api di Seyegan Merembet, Kerudung Tetangga Tiba-tiba Terbakar |
|
|---|
| Cerita Laila Mulai Takut dan Khawatir, Baru Tahu 'Teror Api' di Seyegan Merembet ke Kontrakannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lewat-Tengah-Malam-di-Seyegan-Titik-Api-Membakar-Lagi.jpg)