Aktivitas Gunung Merapi Sabtu 6 Juni 2026 Pagi: Ini Hasil Pengamatan BPPTKG

Gunung Merapi teramati mengalami 32 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-22 mm dan lama gempa 18.45-213.34 detik, Sabtu (6/6/2026)

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Sabtu (6/6/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 32 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-22 mm dan lama gempa 18.45-213.34 detik.

Selain itu, tercatat pula 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-25 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 10.16-33.34 detik.

Serta 6 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-80 mm, dan lama gempa 5.85-38.35 detik.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Sabtu (6/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-II. Asap kawah nihil.

Cuaca teramato mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 17.3°C. Kelembaban 99 persen. Tekanan udara 874.7 mmHg.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Sabtu 6 Juni 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved