Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Rabu 3 Juni 2026 Siang Ini

Gunung Merapi dilaporkan mengalami 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-36 mm dan lama gempa 30.93-145.54 detik, Rabu (3/6/2026) siang

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-36 mm dan lama gempa 30.93-145.54 detik.

Selain itu tercatat pula 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-32 mm, S-P 0.2-0.6 detik dan lama gempa 11.18-39.03 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan siang ini, Rabu (3/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Untuk cuaca teramati mendung, angin tenang ke arah timur.

 Suhu udara sekitar 20.6-25.2°C. Kelembaban 89-92.7 persen. Tekanan udara 873.8-918.6 mmHg.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Rabu 3 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati 6 Kali Guguran Lava dalam 6 Jam Terakhir

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved