Aktivitas Gunung Merapi Selasa 2 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati Ada 8 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 8 kali guguran lava ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, Selasa (2/6/2026) pagi ini

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Selasa (2/6/2026) pagi ini 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 8 kali guguran lava ke arah Barat Daya ( Kali Bebeng, Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Selasa (2/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 28 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan lama gempa 20.36-213.58 detik.

Selain itu, tercatat pula 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-21 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 18.08-39.57 detik.

Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 7-71 mm, dan lama gempa 13.45-16.93 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Selasa 2 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 70-150 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar 16.7-19.4°C. Kelembaban 87.5-96.4 persen. Tekanan udara 874.7-918.9 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved