Aktivitas Gunung Merapi Minggu 31 Mei 2026 Pagi: BPPTKG Catat Ada 7 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, Minggu (31/5/2026)

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi pagi ini, Minggu (31/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Minggu (31/5/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 12 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 61.09-185.19 detik.

Selain itu, tercatat pula 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-32 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 15.49-48.48 detik.

Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 12-16 mm, dan lama gempa 16.69-21.62 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi: Terjadi Puluhan Gempa Guguran dan Fase Banyak

Sementara cuaca teramati berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 18.1°C. Kelembaban 94 persen. Tekanan udara 916.7 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved