Sumber Teror Api di Rumah Warga Seyegan Sleman, Metana dari Bekas Rawa
Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengunjungi rumah milik Agus Yani, warga Seyegan, Sleman yang rumahnya terbakar 55 kali karena gas metana.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengunjungi rumah milik Agus Yani, warga Seyegan, Sleman yang rumahnya terbakar 55 kali karena gas metana.
- Insiden kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5) lalu dan masih berlangsung hingga Sabtu (30/5) dini hari. Adapun benda-benda yang terbakar antara lain sofa, pakaian, karpet, dan lain-lain.
- Akhirnya, Pemkab Sleman turut menggandeng akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengunjungi rumah milik Agus Yani, warga Seyegan, Sleman yang rumahnya terbakar 55 kali karena gas metana.
Kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5) lalu dan masih berlangsung hingga Sabtu (30/5) dini hari. Adapun benda-benda yang terbakar antara lain sofa, pakaian, karpet, dan lain-lain.
Dalam penanganan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman turut menggandeng akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan sementara ini pihaknya belum menyiapkan tempat pengungsian bagi warga sekitar. Sebab saat ini kebakaran masih terpusat di satu rumah.
Pihaknya pun siap mengikuti saran dari para akademisi guna mencegah kebakaran meluas.
"Kita pantau satu bulan, saran beliau (akademisi UPN "Veteran" Yogyakarta dan UGM) seperti apa. Saat ini belum (menyiapkan pengungsian), sekarang yang kelihatan di tempat Pak Agus. Langkah Pemda (Sleman) akan mengikuti saran ahli," katanya, Sabtu (30/5/2026).
Pada kesempatan yang sama, Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi menyebut gas metana yang di rumah Agus Yani tidak menyebar ke tetangga yang lain. Hal itu karena sifat gas metana yang mengambang ke udara.
"Dia (gas metana) tidak secara lateral, secara horizontal akan bergerak ke sana (horizontal) tidak. Kecuali terbawa angin. Tapi biasanya kalau sudah di luar, dia bercampur udara luar, kadarnya sudah sangat menurun, jadi relatif aman," terangnya.
Metana dari bekas rawa
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmad menerangkan hasil investigasinya ditemukan singkapan batuan lanau berwarna gelap sekitar 300 meter dari kediaman Agus Yani.
Setelah itu ditemukan gelembung-gelembung yang diduga kuat gas metana.
Temuan batuan lanau tersebut mengindikasikan bahwa dahulu tempat tersebut adalah rawa.
Sebagai langkah mitigasi yang lebih komprehensif, ia mendorong dilakukannya rekaman geofisika.
Tujuannya untuk melihat kondisi bawah permukaan tanah, seberapa besar reservoir gas yang tersimpan, luasan, hingga tebal tanah.
| Misteri Teror Api di Rumah Warga Seyegan Sleman Akhirnya Terjawab |
|
|---|
| Soal Teror Api Misteris di Rumah Agus Seyegan, Dosen UGM Ungkap Pemicunya |
|
|---|
| Lakukan Investigasi di Seyegan, Tim UPN “Veteran” Temukan Indikasi Sumber Gas Metana |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Pecahkan Misteri Teror Api |
|
|---|
| Misteri Rumah Api Seyegan Sleman, PLN Pastikan Instalasi Listrik Aman dari Konsleting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lewat-Tengah-Malam-di-Seyegan-Titik-Api-Membakar-Lagi.jpg)