Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Misteri Api Tak Kunjung Padam: Lewat Tengah Malam Titik Api Membakar Lagi

Rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman, kembali terbakar hingga total 56 kali sejak 23 Mei 2026. Api muncul tiba-tiba di berbagai sudut rumah

Tayang:
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
TERBAKAR - Api yang muncul seketika membakar pakaian dan sofa rusak di rumah Agus Yani, Sabtu (30/5/2026) dini hari. 

Ringkasan Berita:Rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman, kembali terbakar hingga total 56 kali sejak 23 Mei 2026. Api muncul tiba-tiba di berbagai sudut rumah, meski saluran septictank sudah diperbaiki.  Pakar dan Pemkab Sleman turun tangan melakukan observasi untuk mencari penyebab utama fenomena kebakaran misterius ini.

 

Tribunjogja.com Sleman -- Drama kebakaran di rumah Agus Yani, Seyegan, Sleman, belum berhenti. Sabtu (30/5/2026) dini hari, titik api kembali muncul. 

Pukul 01.51 WIB, api membakar sejumlah pakaian yang tergantung di beranda timur. Dengan sigap, keluarga menurunkan pakaian itu dan menyiramnya dengan air hingga padam.

Namun, selang 1,5 jam kemudian, tepat pukul 03.21 WIB, api kembali menyala. Kali ini, sofa yang sudah rusak dan dipindahkan ke halaman samping rumah menjadi korban. 

“Air, air, ambil yang di ember itu,” teriak H. Mutfiana, putri pemilik rumah, sambil menunjuk ember hitam di bawah keran. Tiga hingga empat guyuran air berhasil memadamkan si jago merah yang mulai membesar.

Sofa tersebut sebelumnya sudah dua kali terbakar tiba-tiba beberapa hari lalu. Kini, api kembali menjilatnya, menambah daftar panjang kebakaran misterius di rumah Agus.

Total 56 Titik Kebakaran

Dua peristiwa dini hari itu membuat total kebakaran sejak sepekan terakhir mencapai 56 titik. 

Api tersebar di berbagai ruang: kamar tidur, kamar mandi, ruang depan, ruang tengah, dapur, halaman samping, beranda belakang, hingga halaman belakang.

Empat penghuni rumah, Agus, istrinya, serta Mutfiana bersama suaminya terpaksa berjaga hingga pukul 04.00 WIB. Mereka tidak berani tidur, selalu waspada jika api kembali muncul.

Observasi Pakar dan Pemerintah

Pagi ini, jajaran Pemkab Sleman bersama pakar dari beberapa universitas dijadwalkan melakukan observasi di rumah yang berada di tepi jalan utama Seyegan–Godean. 

Tujuannya jelas mencari penyebab utama munculnya titik api yang seolah tak pernah berhenti.

Sebelumnya, dugaan awal mengarah pada kebocoran gas metana dari septictank. Namun, setelah saluran diperbaiki, api tetap muncul. 

Pakar menilai kemungkinan ada campuran gas lain seperti amonia (NH3) atau hidrogen sulfida (H2S), serta uap bahan kimia rumah tangga yang memperkuat risiko kebakaran.

Selain itu, faktor instalasi listrik juga tidak bisa diabaikan. Kabel lembab atau mengelupas bisa menjadi pemicu percikan api yang kemudian menyulut gas atau bahan mudah terbakar di sekitar rumah.

Tidak Ada Kebocoran Instalasi, Tanpa Pemicu Panas, Kemunculan Api di Rumah Seyegan Masih Misteri

Fenomena Layak Disebut Bencana

Keluarga Agus Yani kini menyebut kondisi ini sebagai bencana alam. Mereka terus menanti jawaban dari pihak berwenang, sekaligus solusi agar peristiwa serupa tidak terulang. 

Ketidakpastian penyebab membuat mereka hidup dalam ketakutan, setiap malam berjaga, setiap pagi berharap api tidak kembali.

Fenomena ini bukan hanya tragedi keluarga, tetapi juga menjadi kasus unik yang layak diteliti lebih dalam. Interaksi antara limbah domestik, bahan kimia, dan faktor listrik bisa menciptakan kondisi berbahaya yang jarang terjadi. (Hdy) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved