Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Dinkes Sleman Berencana Bantu Tangani Trauma Psikologis Korban Teror Api Rumah di Seyegan

Merespons trauma psikologis yang membayangi keluarga ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman berencana menerjunkan tim pendampingan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Tangkapan layar video
Foto dok. Titik api muncul lagi membakar tumpukan kayu di belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Kamis malam. 
Ringkasan Berita:
  • Keluarga di Seyegan, Sleman mengalami teror munculnya 46 titik api misterius dalam sepekan terakhir.
  • Dinkes Sleman berencana memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban yang mengalami trauma.
  • Tim Gegana menduga kebocoran gas metana dari IPAL rumah tangga menjadi penyebab munculnya titik api.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rasa cemas hingga waswas terus membayangi keluarga Agusyani Mujiyanto (61) selama sepekan terakhir. Sebab, pemilik rumah dua lantai di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman itu terus 'dihantui' kemunculan titik api bertubi-tubi secara acak. 

Titik api membakar pelbagai macam perabotan, - di dalam maupun di luar rumah,- hingga membuat psikologis keluarganya tertekan.

Rencana pendampingan

Merespons trauma psikologis yang membayangi keluarga ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman berencana menerjunkan tim pendampingan. Langkah ini dilakukan seiring penanganan untuk mencari sebab pasti munculnya titik api. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, pihaknya segera memberikan pendampingan psikologi bagi para korban. Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan trauma terhadap korban harus berjalan selaras dengan penyelesaian masalahnya. 

"Siap (terkait pendampingan psikologi) nanti kita tindaklanjuti. Tapi api itu energi alam, harus dicari solusi juga dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Kalau api-nya padam, stresnya juga hilang," kata Cahya, Jumat (29/5/2026). 

Situasi di kediaman dua lantai yang dihuni oleh 2 Kepala Keluarga dengan total 7 jiwa tersebut, memang saat ini kian pelik. Dalam 24 jam terakhir, titik api bisa menyala lima kali di tempat tak terduga, bukan hanya di dalam, tetapi api juga muncul hingga tumpukan kayu di halaman belakang rumah.

Jika dihitung sejak letupan api pertama muncul pada Jumat (22/5/2026), maka total sudah ada 46 titik api yang muncul dan membakar beragam barang, mulai dari kain, handuk, tikar, kabel hingga baskom plastik. Demi keselamatan, seluruh penghuni kini terpaksa mengungsi ke ruko di samping rumah mereka.

Hasil pemeriksaan gegana: gas metana

Tim Gegana Satbrimob Polda DIY telah diturunkan ke lokasi untuk mendeteksi penyebab kemunculan titik api. Indikasi awal secara ilmiah mengarah pada dugaan kebocoran aliran gas metana dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga yang terakumulasi dan terperangkap di lantai.

Langkah penanganan dilakukan dengan menguras septictank, mmperbaiki paralon yang bocor hingga pemasangan saluran pembuangan gas ke udara dari septictank. 

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pemerintah hadir untuk menjamin kebutuhan dasar korban melalui distribusi logistik darurat pangan dan non pangan dari BPBD Sleman.

Menurutnya, fenomena langka di Seyegan ini terus dipantau nonstop melibatkan kolaborasi dari unsur Warga Setempat, Relawan Kebencanaan, dan Personil BPBD Kabupaten Sleman.

Upaya lain dilakukan oleh BPBD melalui komunikasi dengan akademisi untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait kejadian tersebut dengan UGM, UPN maupun ITB untuk bisa membantu investigasi penyebab kebakaran tersebut. 

"Besok pagi tim UPN dan Dekan Geologi ke lokasi, ditemani dengan PU DIY,"kata Danang. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved