Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Fenomena Kemunculan Api Misterius di Rumah Warga Seyegan, Ini Langkah BPBD Sleman

BPBD Sleman menggandeng kalangan akademisi dan pakar lintas disiplin guna menyelidiki penyebab pasti dari fenomena kemunculan api misterius di Seyegan

Tayang:
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video
Api muncul di rumah warga Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 22.50 WIB 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Sleman berupaya menggandeng kalangan akademisi dan pakar lintas disiplin guna menyelidiki penyebab pasti dari fenomena kemunculan api misterius di rumah warga di Seyegan.
  • BPBD Sleman secara tegas meminta seluruh penghuni rumah untuk tidak menempati bangunan tersebut pada malam hari dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
  • Secara logika teknis non-ilmiah, tim di lapangan menduga kuat adanya kantong gas yang masih terjebak di dalam tanah di sekitar area septic tank

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak fenomena kemunculan api misterius di rumah warga Dusun Kasuran, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).. 

Selain merekomendasikan pengosongan rumah secara sementara demi keselamatan jiwa, BPBD Sleman kini berupaya menggandeng kalangan akademisi dan pakar lintas disiplin guna menyelidiki penyebab pasti dari fenomena langka tersebut.

Teror kemunculan titik api di kediaman Agus Yani tersebut hingga kini belum benar-benar mereda, bahkan intensitasnya dilaporkan kian meninggi. 

Kasus terbaru terjadi pada Jumat (29/5/2026) siang sekitar pukul 13.33 WIB, saat sebuah wadah atau baskom plastik di bawah rak piring area dapur tiba-tiba terbakar.

Beruntung, kobaran api segera terdeteksi dan dipadamkan sebelum merembet ke peralatan masak lainnya.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, titik api telah muncul lebih dari lima kali di lokasi yang acak, mulai dari ruang depan, halaman belakang, teras belakang, hingga dapur.

Jika diakumulasikan sejak peristiwa pertama pada Jumat (22/5/2026) lalu, total sudah ada 46 titik api skala besar maupun kecil yang menyala secara tiba-tiba di dalam dan luar rumah tersebut.

Gandeng Pakar Lewat Konsep Pentahelix

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya membuka jalur komunikasi dengan sejumlah universitas dan instansi terkait untuk meneliti fenomena ini.

Langkah ini diambil karena karakteristik kemunculan api dinilai tidak biasa dan memerlukan analisis ilmiah yang spesifik.

"Kami menjalin komunikasi terlebih dahulu. Pihak ITB sudah memberikan tanggapan, tetapi belum bisa meninjau langsung karena kendala jarak. Untuk UGM dan UPN, Pusdalops kami belum menerima jawaban. Basarnas juga turut menggandeng praktisi—kebetulan dari rekan Pertamina—untuk mencari tahu perkiraan penyebabnya," ujar Bambang, Jumat (29/5/2026).

Bambang menjelaskan bahwa investigasi awal telah melibatkan unsur kepolisian dan TNI, namun titik terang mengenai sifat asli sumber api belum sepenuhnya terungkap.

"Berdasarkan keterangan dari Inafis dan Tim Gegana Brimob, kemungkinan sumber apinya berasal dari septic tank. Namun, septic tank tersebut sudah dibersihkan, dikuras, dan salurannya pun sudah diganti baru. Artinya kondisinya sudah bersih, tetapi api masih muncul di tempat yang tidak menentu, seperti di tembok, kamar, atau ruang tamu. Kalau membakar handuk mungkin wajar karena kain mudah terbakar, tetapi kejadian ini sampai membuat kaca akuarium ikut meleleh karena panas," tuturnya secara mendalam.

Hingga saat ini, BPBD Sleman masih menunggu respons lanjutan dari universitas lokal di Yogyakarta untuk terjun ke lapangan.

Menurut Bambang, keterlibatan para peneliti sangat krusial mengingat adanya kemungkinan faktor geologis atau anomali struktur tanah di bawah bangunan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved