Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Tim PKPE UGM Bakal Terjunkan Tim untuk Observasi Kemunculan Api Misterius di Seyegan Sleman

Koordinator Tim PKPE FT UGM, Alva Edy Tontowi, mengatakan kunjungan tim PKPE akan dilakukan Sabtu (30/5/2026) besok.

Tayang:
Istimewa/Tangkapan layar video
API MISTERIUS - Titik api kembali muncul membakar tumpukan kayu di belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026) malam. Jika diakumulasi dalam sepekan terakhir, hingga Jumat (29/5/2026) siang ini sudah ada 46 titik api yang tiba-tiba muncul di dalam maupun luar rumah sejak pertama peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2026) lalu.  

Ringkasan Berita:
  • Tim KPE Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal melakukan observasi ke rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman.
  • Kunjungan tersebut bukan karena permintaan Pemerintah Kabupaten Sleman, namun empati dari para akademisi UGM.
  • Dalam teror api di Seyegan, Tim KPE UGM belum bisa memastikan kebakaran tersebut dipicu oleh kebocoran gas.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal melakukan observasi ke rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman.

Rumah tersebut diberitakan mengalami peristiwa janggal yakni munculnya titik api misterius yang menyebabkan 46 kali kebakaran selama hampir sepekan terakhir.

Koordinator Tim PKPE FT UGM, Alva Edy Tontowi, mengatakan kunjungan tim PKPE akan dilakukan Sabtu (30/5/2026) besok.

Ia menyebut kunjungan tersebut bukan karena permintaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, melainkan empati dari para akademisi UGM.

"Enggak ada (permintaan Pemkab Sleman). Ini hanya empati ya, yang pada punya ilmu itu loh. Itu ada problem di masyarakat, ada yang bingung. Nah, ini kami membawa teman-teman yang punya ilmu, supaya bisa memberikan pencerahan," katanya, Jumat (29/5/2026).

Libatkan Sejumlah Departemen

Dalam kunjungan tersebut, tim PKPE UGM melibatkan berbagai departemen.

Di antaranya Teknik Mesin dan Industri, Teknik Nuklir dan Fisika, Teknik Sipil dan Lingkungan dan Geologi.

Total ada sekitar tujuh departemen dari berbagai disiplin ilmu akan terjun langsung ke lokasi.

Sebagai langkah awal, tim ini akan melakukan observasi dengan melihat sumber kebakaran, tempat yang terbakar dan lingkungannya. 

"Ya observasinya nanti melihat sumbernya, terus tempat yang kebakaran, terus lingkungannya gitu. Belum (membawa alat tertentu), soalnya ini kan waktunya nyrepek (mepet) banget. Kan keputusan mau observasi itu kemarin. Jadi mungkin nanti setelah visit ini, nanti visit berikutnya mungkin (membawa alat khusus yang dibutuhkan)," terangnya.

Baca juga: Lagi, Titik Api Menyala di Rumah Warga Seyegan, Total Sudah 46 Kali 

Menurut dia, kasus serupa juga pernah terjadi di wilayah lain dan pernah ditinjau oleh tim dari Departemen Geologi UGM.

Beberapa kasus sebelumnya, kebakaran terjadi karena kebocoran gas metana, biogas, SPBU, dan lain-lain.

Dalam teror api di Seyegan, pihaknya belum bisa memastikan kebakaran tersebut dipicu oleh kebocoran gas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved