Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Basarnas DIY Pantau Fenomena Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto, mengatakan pihaknya belum berani menyimpulkan penyebab munculnya titik api

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
API MISTERIUS: Penampakan dinding rumah warga Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terbakar secara misterius selama dua hari pada Sabtu-Minggu (23-24/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Basarnas DIY masih memantau kasus kebakaran misterius di Seyegan Sleman
  • BPBD Sleman menduga titik api dipicu kebocoran gas metana dari septic tank rumah. 
  • BPBD telah memberikan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fenomena kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, masih terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Meski belum membuka posko khusus, Basarnas DIY mengaku tetap memantau perkembangan kejadian tersebut.

Monitoring

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto, mengatakan pihaknya belum berani menyimpulkan penyebab munculnya titik api karena hal tersebut menjadi kewenangan dinas terkait.

“Sudah mas, tapi kami sementara ini terus memonitor kejadian tersebut. Kami tidak berani menyimpulkan karena bukan ranah kami. Yang berhak menyampaikan dari dinas terkait,” ujar Pipit, Kamis (28/5/2026).

Ia menambahkan, Basarnas DIY belum membuka posko penanganan karena ada instansi terkait yang telah melakukan penanganan. Kendati demikian, pihaknya tetap mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

“Dari kami tidak ada pembukaan posko karena bukan ranah kami. Tapi kami tetap monitor perkembangannya,” lanjutnya.

Bantuan logistik

Sementara itu, upaya penanganan untuk mengungkap penyebab kebakaran melibatkan lintas sektor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah memberikan bantuan logistik kedaruratan sekaligus berencana menggandeng Pertamina maupun ahli geologi guna memastikan sumber pemicu kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pihaknya sejak awal telah memberikan bantuan permakanan kepada keluarga terdampak.

Menurut Bambang, tim Gegana dan Inafis Polda DIY juga telah turun langsung melakukan pengecekan di lokasi. Berdasarkan informasi sementara, kemunculan titik api diduga berkaitan dengan kebocoran gas metana dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah tangga.

Karena itu, septic tank rumah tersebut telah dibersihkan dan kini tinggal menunggu beberapa hari agar gas diduga penyebab kebakaran dapat hilang.

“Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan Kapanewon, Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran). Kalau untuk kasus kebakarannya, secara kedaruratan sudah kami bantu. Bantu permakanan, logistik,” kata Bambang.

Muncul pertama kali

Diketahui, titik api di rumah milik Agus Yani pertama kali muncul pada Jumat malam menuju Sabtu dini hari (23/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu, api tiba-tiba muncul dan membakar kain microfiber yang berada di dekat pintu rumah. Kain tersebut sebelumnya digunakan untuk mengelap tumpahan es teh di lantai sebelum diletakkan di atas kursi.

Awalnya penghuni rumah menganggap kejadian itu sebagai insiden biasa sehingga tidak terlalu memikirkannya. Namun sekitar satu hingga dua jam kemudian, penghuni kembali terbangun setelah mendengar anaknya mengalami sesak napas.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved