Buat Warga Muslim dan Non-Muslim, Daging Sapi Jumbo Kurban Presiden Prabowo di Sleman Dibagi Rata

Suasana Masjid Al Husna Tempel, Sleman, pada Rabu (27/5/2026) tampak lebih ramai dari biasanya

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
SAPI KURBAN PRESIDEN - Kekompakan warga di Padukuhan Temanggung, Tambakrejo, Tempel, Kabupaten Sleman dalam proses penyembelihan dan pemotongan daging kurban, Rabu (27/5/2026). Di Padukuhan ini, seluruh daging kurban dibagikan merata, kepada warga muslim maupun non muslim. 

 
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana di sekitar Masjid Al Husna, Padukuhan Temanggung, Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, pada Rabu (27/5/2026) tampak lebih ramai dari biasanya.

Puluhan warga terlihat kompak, bergotong-royong menarik tali tambang, bahu-membahu untuk merobohkan "Joni Anggoro", seekor sapi jumbo jenis Simental berbobot 891 kilogram.

Sapi berusia 3,5 tahun tersebut bukan sapi biasa. Ia adalah sapi bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang diamanahkan untuk disembelih warga setempat.

Namun, di balik riuhnya prosesi penyembelihan hewan kurban tersebut, terselip toleransi yang kian menyejukkan hati. Warga Muslim dan non-Muslim hidup rukun, bekerjasama tanpa sekat. 

Kepala Dukuh Temanggung, Tambakrejo, Nina Egi Septiarinda mengaku senang. Bagi warga, kata dia, menerima amanah untuk menyembelih sapi bantuan Presiden Indonesia adalah berkah luar biasa yang baru pertama kali terjadi.

Meskipun, sudah ada 3 sapi kurban dari warga namun kehadiran sapi bantuan Presiden Prabowo melengkapi kebahagiaan di momen Idul Adha tahun ini.

Total ada 4 sapi dan 5 ekor kambing yang disembelih sebagai hewan kurban di Masjid Al Husna. Jumlah tersebut ditambah 3 ekor kambing aqiqah. Daging sebanyak itu akan dibagikan merata kepada seluruh warga. 

"Untuk pembagian (daging) merata. Kebetulan di Padukuhan Temanggung ini, ada yang non muslim juga dan kami tidak membeda-bedakan. Jadi yang non muslim tetap mendapatkan daging kurban," katanya. 

Toleransi terjaga

Total Kepala Keluarga (KK) di padukuhan Temanggung, Tambakrejo berjumlah 120 KK. Dari jumlah tersebut, 25 KK atau setara 20 persen dari total keluarga merupakan warga non-Muslim.

Namun demikian, warga tidak larut dalam perbedaan. Menurut Nina, seluruh warga hidup rukun berdampingan. Saling menjaga dan menghargai. 

"Kita tetap rukun tetap saling menjaga toleransi, dan kita saling menghargai, saling mencintai sesama. Jadi kita tetap adem ayem," ujar Nina. 

Kerukunan warga ini, terlihat dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban tahun ini.

Semua warga Temanggung, dilibatkan dan saling guyup rukun. Keterlibatan warga non-Muslim, kata Nina, sudah dimulai sejak sebelum hari penyembelihan. 

Mereka hadir dan melebur dalam agenda gotong royong mempersiapkan sarana prasarana tempat penyembelihan hewan kurban.

"Warga non muslim, juga ikut dalam proses idul adha. Kebetulan sebelum penyembelihan kita ada gotong-royong(kerja bakti) dan tetap sama, warga non muslim tetap terlibat," katanya. 

Keadilan merata

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved