Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi: Terjadi Puluhan Gempa Guguran dan Fase Banyak
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini dilaporkan masih relatif tinggi
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini dilaporkan masih relatif tinggi.
Berdasarkan pengamatan terbaru, aktivitas kegempaan di dalam tubuh gunung masih didominasi oleh gempa guguran dan gempa fase banyak (hybrid).
Berdasarkan pengamatan selama enam jam terakhir mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak 25 kali dengan amplitudo berkisar antara 2–13 mm dan durasi gempa 80.9–201.8 detik.
Kemudian Gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 34 kali dengan amplitudo 2–27 mm (S-P tidak teramati) serta durasi 7.33–32.8 detik.
Banyaknya gempa fase banyak ini mengindikasikan adanya proses pertumbuhan kubah lava atau tekanan fluida yang masih aktif di dalam sistem vulkanik.
Kemudian terdeteksi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 12–25 mm dan durasi 14.95–21.7 detik.
Secara visual, kondisi puncak Gunung Merapi saat ini dominan tertutup oleh kabut dengan skala 0 hingga III, menyebabkan asap kawah tidak dapat teramati (nihil).
Baca juga: Hujan Ringan Guyur Kulon Progo, Sleman dan Gunungkidul Hari Ini
Kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Merapi dilaporkan mendung dengan tiupan angin yang tenang cenderung mengarah ke utara.
Suhu udara di puncak berkisar antara 16.7–19°C dengan kelembapan udara 96–99 persen.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III.
BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Peringatan Penting:
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.
Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)
| Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Jumat 29 Mei 2026 Siang |
|
|---|
| Gunung Merapi Meluncurkan 6 Kali Lava Pijar Sejauh 1.700 Meter |
|
|---|
| Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Kamis 28 Mei 2026 Siang Ini |
|
|---|
| Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava Pijar 5 Kali ke Arah Kali Putih |
|
|---|
| Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 7 Kali Dalam Kurun Waktu 6 Jam Terakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262805-Laporan-kegempaan-Merapi-Kamis-siang.jpg)