Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi: Terjadi Puluhan Gempa Guguran dan Fase Banyak

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini dilaporkan masih relatif tinggi

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Laporan kegempaan Gunung Merapi, Kamis (28/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini dilaporkan masih relatif tinggi. 

Berdasarkan pengamatan terbaru, aktivitas kegempaan di dalam tubuh gunung masih didominasi oleh gempa guguran dan gempa fase banyak (hybrid).


Berdasarkan pengamatan selama enam jam terakhir mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak 25 kali dengan amplitudo berkisar antara 2–13 mm dan durasi gempa 80.9–201.8 detik.

Kemudian Gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 34 kali dengan amplitudo 2–27 mm (S-P tidak teramati) serta durasi 7.33–32.8 detik. 

Banyaknya gempa fase banyak ini mengindikasikan adanya proses pertumbuhan kubah lava atau tekanan fluida yang masih aktif di dalam sistem vulkanik.

Kemudian terdeteksi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 12–25 mm dan durasi 14.95–21.7 detik.

Secara visual, kondisi puncak Gunung Merapi saat ini dominan tertutup oleh kabut dengan skala 0 hingga III, menyebabkan asap kawah tidak dapat teramati (nihil).

Baca juga: Hujan Ringan Guyur Kulon Progo, Sleman dan Gunungkidul Hari Ini

Kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Merapi dilaporkan mendung dengan tiupan angin yang tenang cenderung mengarah ke utara. 

Suhu udara di puncak berkisar antara 16.7–19°C dengan kelembapan udara 96–99 persen.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III.

BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:

Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).

Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Peringatan Penting:

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved