Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Jumat 29 Mei 2026 Siang

Gunung Merapi dilaporkan mengalami 27 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 57.41-162.45 detik, Jumat (29/5/2026) siang

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 27 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 57.41-162.45 detik.

Serta 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-33 mm, S-P 0.2-0.8 detik dan lama gempa 12.16-42.47 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan siang ini, Jumat (29/5/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara cuaca teramati berawan hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 19.5-25°C. Kelembaban 87-95.7 persen. Tekanan udara 874.3-919 mmHg.

Baca juga: Gunung Merapi Meluncurkan 6 Kali Lava Pijar Sejauh 1.700 Meter

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved