Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Analisis Terbaru Tim Peneliti UGM soal Teka-teki Kemunculan Api di Rumah Warga Seyegan Sleman
Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi adanya lonjakan suhu drastis yang dibarengi dengan kenaikan volume gas Hidrogen (H2)
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membeberkan analisis terkait fenomena kemunculan api misterius di Seyegan, Sleman.
- Sifat gas yang dinamis disebut menjadi alasan mengapa titik kebakaran di rumah Agusyani selalu acak dan berpindah-pindah di dalam rumah.
- Saat melakukan observasi di lokasi, tim peneliti UGM menyaksikan langsung selembar kaus yang semampir di dalam kamar ruang tengah mendadak terbakar
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada melakukan observasi dengan terjun langsung ke lokasi kemunculan api misterius di rumah warga di Seyegan, Sleman.
Fenomena titik api yang terjadi berulang di rumah Agusyani, warga dusun Mriyan X, Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman memang memancing perhatian sejumlah pihak, termasuk kalangan akademisi.
Terbaru, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi adanya lonjakan suhu drastis yang dibarengi dengan kenaikan volume gas Hidrogen (H2) pada barang yang terbakar di rumah tersebut.
Fenomena ini disebut auto-ignition atau penyalaan spontan, di mana api muncul sendiri tanpa pemantik eksternal akibat unsur dalam 'segitiga api' mencapai kondisi optimum pada posisi stoikiometri.
Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, menjelaskan sifat gas yang dinamis menjadi alasan mengapa titik kebakaran di rumah Agusyani selalu acak dan berpindah-pindah di dalam rumah.
"Jadi ada satu kondisi mengapa barang (yang) terbakar bisa berpindah-pindah, karena berupa gas. Gas itu bisa berkonsentrasi di sana, memenuhi syarat (segitiga api), maka menyala. Nanti pindah lagi, memenuhi syarat, menyala lagi," jelas Prof. Alva, Senin (1/6/2026).
Api Tiba-tiba Menyala
Saat melakukan observasi di lokasi kejadian, tim peneliti UGM yang terdiri dari pelbagai disiplin ilmu ini menyaksikan langsung selembar kaus yang tersampir di dalam kamar ruang tengah mendadak terbakar.
Api sempat dipadamkan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun api di kaus tersebut kembali menyala.
Melalui instrumen alat ukur, atmosfer di dalam ruang kamar tersebut diduga mengandung unsur pemicu yang tinggi.
Namun, gas tidak dapat menyala sendiri tanpa ada media fisik.
Misalnya kain, kertas ataupun barang-barang yang posisinya tergantung.
Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko kebakaran susulan yang lebih besar, Prof Alva meminta agar ruangan-ruangan dengan konsentrasi gas tinggi segera dikosongkan dari segala benda yang mudah terbakar.
"Ruangan tadi saya minta dikosongkan, agar meminimalisir kebakaran karena di ruangan itu ada kain, media yang mudah terbakar," kata dia.
Baca juga: Kasus Teror Api di Seyegan, Peneliti Ungkap Indikasi Rekahan Jalur Gas Alami
Suhu Gas Tinggi
Berdasarkan pengukuran instrumen di ruangan dengan konsentrasi gas tinggi tersebut, suhu terpantau terus melonjak drastis dibarengi dengan kenaikan volume gas Hidrogen (H2).
| Kasus Teror Api di Seyegan, Tim UGM Ungkap Tingginya Kadar Hidrogen |
|
|---|
| Misteri Teror Api Seyegan Mulai Terjawab, Pakar UGM: Titik Api Berpindah-pindah Ikuti Pergerakan Gas |
|
|---|
| Para Pakar UGM Saksikan Langsung Api Menyala Sendiri di Rumah Seyegan, Pemicu Diduga Gas Hidrogen |
|
|---|
| Kisah Keluarga di Seyegan Sleman 10 Hari Hadapi Teror Api yang Tak Berhenti |
|
|---|
| Misteri Api di Rumah Warga Sleman: FTME UPN dan BPPTKG Teliti Kali Konteng di Seyegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tim-PKPE-UGM-melakukan-observasi-di-rumah-Agus-Yani-di-Seyegan-Sleman-Sabtu-3052026.jpg)