Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Analisis Terbaru Tim Peneliti UGM soal Teka-teki Kemunculan Api di Rumah Warga Seyegan Sleman
Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi adanya lonjakan suhu drastis yang dibarengi dengan kenaikan volume gas Hidrogen (H2)
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
"Ini satu kejadian yang luar biasa, kami bisa melihat langsung, dan ini pada intinya kami mengukur suhu, suhunya naik terus kemudian yang terpantau gas Hidrogen (H2) naik terus, (skala) 11-12 mulai menyala (api). Nah khusus ruangan tengah di kamar itu, tampaknya yang konsentrasinya (gas) tinggi," kata Alva.
Secara ilmiah, fenomena api yang bisa menyala sendiri di rumah Agusyani ini disebut auto-ignition atau spontaneous ignition (penyalaan spontan).
Api akan muncul sendiri tanpa pemantik begitu unsur dalam 'segitiga api' mencapai kondisi optimum pada posisi stoikiometri.
Kendati demikian, Alva menegaskan bahwa data-data lapangan ini baru merupakan dugaan awal. Seluruh sampel yaang telah diambil seperti bekas barang terbakar, maupun air di seputar rumah akan diuji secara mendalam di laboratorium yang rencananya dilakukan pada Selasa (2/6/2026) esok.
"Nah sementara ini kan baru dugaan dugaan. Tetapi nanti pastinya dari (hasil) laboratorium yang telah terukur. Bukan hanya sebuah kata-kata, tapi ini sebuah angka yang bicara," jelasnya.
Diduga Gas Hidrogen
Peneliti dari Teknik Geologi UGM, Prof. Agung Harijoko, menjelaskan bahwa dari berbagai gas yang dipantau melalui alat detektor, seperti Gas Metana (CH4) Karbondioksida (CO2) dan Hidrogen (H2) lonjakan paling ekstrem di titik kebakaran justru ditunjukkan oleh gas Hidrogen. Menurutnya, Gas Hidrogen memiliki karakteristik khusus.
Pada kondisi tertentu, gas ini dapat menyala sendiri bahkan dalam batasan suhu ruangan.
"Jadi suspeck gasnya adalah hidrogen tapi kemudian yang kami harus berfikir lagi adalah sumbernya," kata dia.
Pencarian sumber gas ini menjadi penting. Sebab mekanisme api bisa menyala di rumah Agusyani membutuhkan hidrogen, sehingga perlu ditelaah kembali.
Untuk mencari sumbernya, peneliti mengaku telah mengambil sejumlah sampel air di rumah tersebut. Harapannya sampel air bisa diteliti untuk mengetahui apakah ada barang-barang dari organik yang masuk ke dalam sumur atau tidak.
"Jadi proses pembentukan (gas) hidrogen itu dari proses peluruhan atau dekomposisi pembusukan dari organik. Apakah itu yang menghasilkan hidrogen, itu yang harus kamu teliti lagi," kata dia.
Pergeseran temuan awal dari gas metan ke hidrogen ini juga melahirkan hipotesis baru bagi Tim Teknik Kimia UGM.
Peneliti Teknik Kimia, Prof. Sarto, menyatakan sampel air telah diambil dari berbagai titik di sekitar rumah, termasuk sumur, kolam limbah, rawa, hingga area kamar mandi. Sampel tersebut akan diuji dan diperbandingkan.
Hasil laboratorium akan segera disampaikan.
"Kalau dugaan kemarin adalah gas metan yang biasanya muncul dari pembusukan, yang ini kok ternyata hidrogen, sehingga kami akan mencari sumber yang sebenarnya apa. Disamping kejadian-kejadian kemarin yang terbakar kita kumpulkan informasinya. Jadi mudah-mudahan sumber yang kita duga dari air, besok kita bisa temukan sedangkan lainnya kami akan cari lagi," ujar Prof. Sarto.
Pemilik Rumah Sedikit Lega
| Kasus Teror Api di Seyegan, Tim UGM Ungkap Tingginya Kadar Hidrogen |
|
|---|
| Misteri Teror Api Seyegan Mulai Terjawab, Pakar UGM: Titik Api Berpindah-pindah Ikuti Pergerakan Gas |
|
|---|
| Para Pakar UGM Saksikan Langsung Api Menyala Sendiri di Rumah Seyegan, Pemicu Diduga Gas Hidrogen |
|
|---|
| Kisah Keluarga di Seyegan Sleman 10 Hari Hadapi Teror Api yang Tak Berhenti |
|
|---|
| Misteri Api di Rumah Warga Sleman: FTME UPN dan BPPTKG Teliti Kali Konteng di Seyegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tim-PKPE-UGM-melakukan-observasi-di-rumah-Agus-Yani-di-Seyegan-Sleman-Sabtu-3052026.jpg)