Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Misteri Api di Rumah Warga Sleman: FTME UPN dan BPPTKG Teliti Kali Konteng di Seyegan

Tim dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Yogyakarta dan BPPTKG Yogyakarta terjun ke Kasuran Seyegan Sleman (1/6/2026). 

Tayang:
Penulis: WID | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/HENDY KURNIAWAN
RISET - Riset lanjutan digelar sejumlah pihak di Kali Konteng, tepatnya di bawah Bendung Selokan Gembung Krusuk, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026).  

Ringkasan Berita:Tim dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Yogyakarta dan BPPTKG Yogyakarta, terjun ke Kasuran, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026). 
Rencananya, mereka akan melakukan riset lanjutan terkait penyebab titik api yang tiba-tiba muncul di rumah Agus Yani dalam 10 hari terakhir. 
Menjelang siang hari, UGM juga menyususl dengan menurunkan tim untuk melakukan riset serupa. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Yogyakarta dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, terjun ke Kasuran, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026). 

Mereka melakukan riset lanjutan terkait penyebab titik api yang tiba-tiba muncul di rumah Agus Yani dalam sepuluh hari terakhir.

Jelang siang, UGM juga menurunkan tim untuk melakukan riset serupa. 

Dua tim pertama yang datang terpisah tersebut meneliti kandungan gas di Kali Konteng, tepatnya di utara dan selatan Bendung Selokan Gembung Krusuk.

Hingga berita ini ditulis, riset masih digelar simultan dengan melakukan pengecekan di sekitar aliran kali. 

Gas metana yang menjalar melalui rekahan tanah menjadi hipotesis awal penyebab fenomena alam ini terjadi. 

Di hari kesepuluh peristiwa langka ini, sudah ada 71 titik api muncul di rumah Agus Yani. Terakhir pada pukul 00.11 tadi, kaus yang digantung di kamar mandi terbakar dengan jilatan api cukup besar. 

Api masih muncul

Sebelumnya, pada hari kesembilan, teror api yang melanda rumah Agus Yani, di Kasuran, Seyegan, Sleman, belum berhenti. Minggu (31/5/2026) malam, dua kali titik api menyala di bagian belakang rumah. 

Pertama, sekitar pukul 21.11 api menyala di lorong dapur. Meski tak sempat membesar, tetap saja hal ini membuat penghuni rumah siaga dan harus sigap memadamkannya sebelum menyambar benda-benda lain. 

Sejam setengah kemudian, tepatnya pukul 22.55, api kembali menyala. 

Posisinya lebih kurang dari tiga meter timur titik api sebelumnya. Kali ini, jaring ikan yang diletakkan di luar rumah menjadi korbannya. 

Api sempat cukup membesar. Jilatannya membubung sekitar satu meter ke atas, sebelum kemudian si jago merah berhasil dipadamkan menggunakan air. 

Dalam semalam ini, dua titik api yang muncul berada di sisi luar belakang. 

Untuk hari ini saja, sudah ada delapan kejadian barang terbakar. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved