Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Api Masih Intens Muncul di Rumah Seyegan Sleman

Pemilik rumah di Padukuhan Mriyan X, Kasuran, Margomulyo, Seyegan ini merasa lelah telah lama menghantui mata, tenaga dan pikirannya.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Jembatan Sungai Nepen, yang diduga rawa purba, berada di belakang rumah Agusyani 

Ringkasan Berita:
  • Rumah Agusyani di Sleman mengalami fenomena aneh berupa kemunculan api misterius secara acak hingga puluhan kali dalam sepekan.
  • Berbagai instansi dan tim ahli lintas sektoral turun tangan menganalisis penyebab api yang diduga kuat akibat kebocoran gas metana di bawah tanah.
  • Keluarga korban telah melakukan berbagai upaya darurat seperti mengosongkan barang-barang mudah terbakar dan memasang kipas angin guna mencegah kebakaran susulan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Di ruang depan rumah itu, jarum jam berdetak menunjukkan pukul 12.47 WIB. Bagi Agusyani, setiap detik adalah pertaruhan. Tepat di menit itu, sebuah kardus berisi buku tiba-tiba mengepulkan asap hitam dan memantik api. 

Itu adalah nyala api ke-66,-- dari akumulasi lebih dari sepekan,-- yang harus ia padamkan. Pemilik rumah di Padukuhan Mriyan X, Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman ini merasa lelah telah lama menghantui mata, tenaga dan pikirannya.

"Titik lokasinya mungkin ada sekitar 60, karena ada satu titik yang terbakar sampai dua atau tiga kali," ujar Agusyani dengan raut wajah, yang tak bisa menyembunyikan rasa letihnya, Minggu (31/5/2026).

Menguras energi penghuni rumah

Kemunculan api di rumah dua lantai ini seolah sengaja menguras energi penghuni rumah tanpa jeda. Bayangkan saja, sejak kemarin sore, Agusyani harus berkejaran dengan waktu demi menjinakkan 10 kali kemunculan api yang muncul secara acak. 

Pola waktu dan lokasinya tak pernah bisa ditebak. Suatu waktu, sepotong kaos yang tersampir di kursi kamar tengah hangus menghitam. Sofa, helm, handuk, gulungan kabel, karpet, hingga tas berisi wadah telur tiba-tiba terbakar.

Di waktu lain, api melalap tumpukan kayu di area belakang rumah,-- bahkan di lokasi tersebut, api kembali berkobar dengan nyala yang jauh lebih tinggi. 

"Api kemarin menyala hampir bersamaan, ada di ruang tengah dan belakang," ucap Agus. 

"Lelah ya lelah, tidur ya sak kenane (sebisanya)," imbuh Agus, menggambarkan bagaimana setiap hari tak bisa tenang. Mata dipaksa terus terbuka demi menjaga rumah dan keluarganya. 

Delapan hari kini telah berlalu, sejak api kali pertama muncul pada Jumat (22/5/2026) dinihari. Selama itu pula, Agusyani dan keluarganya harus rela hidup dalam kondisi darurat. Mereka terpaksa mengungsi di sebuah ruko tepat di samping rumahnya.

Pintu, rolling door, hingga jendela rumah mereka saat ini dipaksa menganga lebar sepanjang hari. Deretan ember berisi air dan handuk basah, serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) harus selalu siap di sudut rumah. 

Di antara dinding-dinding yang menghitam terbakar api, mereka kini terus terjaga, berharap agar api yang muncul misterius ini bisa segera menemui titik padam selamanya. Jika dikalkulasi, keluarga Agusyani, dari rentetan musibah ini telah menderita kerugian materil maupun immateril hingga Rp 40an juta rupiah. 

Mencari Penyebab Nyala Api

Fenomena aneh dan tak biasa ini telah mengubah rumah tinggal Agusyani menjadi seperti laboratorium lapangan.

Berbagai instansi lintas sektoral kini telah turun tangan langsung. Mulai dari Tim Gegana Sat Brimob Polda DIY, BPBD Sleman, Basarnas, hingga Dinas PUPESDM DIY.

Mereka datang untuk mencari tahu penyebab sekaligus menganalisa dari potensi bahaya yang lebih besar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved