Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Hasil Observasi Tim UPN Veteran Yogyakarta dan UGM Terkait Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

Tim dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) ikut terjun dalam kasus kemunculan api misterius rumah warga di Seyegan

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video
TERBAKAR - Titik api muncul di rumah warga Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (27/5/2026) malam pukul 22.50 WIB. Dalam sepekan terakhir, puluhan kali titik api muncul secara misterius di rumah tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Tim UPN “Veteran” Yogyakarta temukan indikasi sumber gas metana setelah melakukan investigasi di rumah warga Seyegan terkait kemunculan api misterius
  • Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) juga melakukan observasi terkait api misterius di rumah warga Seyegan
  • Secara prinsip gas metana bersifat mengambang, naik ke udara. Jika terbawa angin, kadarnya biasanya sangat menurun, sehingga relatif aman.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) ikut terjun dalam kasus kemunculan api misterius rumah warga di Seyegan, Sleman.

Seperti diketahui, rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman dilanda kemunculan titik api misterius dalam sepekan terakhir.

Total, sudah ada puluhan kali titik api muncul secara misterius dan acak di rumah tersebut.

Fenomena misterius itupun memancing perhatian dari sejumlah pihak, mulai dari kepolisian, BPBD, Pemerintah Daerah hingga kalangan akademisi dan ahli.

Tim dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, misalnya, yang ikut melakukan investigasi ke rumah Agus Yani.

Hal yang sama dilakukan Fakultas Teknik UGM yang menerjunkan Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) guna melakukan observasi di lapangan.

Temuan Tim UPN Veteran Yogyakarta

Dekan FTME UPN “Veteran” Yogyakarta, Basuki Rahmad, mengatakan indikasi sementara adalah adanya gas di bawah permukaan.

Dalam investigasi yang dilakukan, pihaknya menyusuri sungai yang berada sekitar 300 meter dari rumah Agus. 

Di sungai tersebut, ia mengamati ada sebuah singkapan batuan lanau berwarna gelap. Dalam singkapan batuan tersebut, ia melihat adanya genangan air.

“Kami sisir, kami lacak indikasi gelembung-gelembung gas. Akhirnya ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu gas metana, gas CH 4, tepat di bawah Jembatan Nepen,” katanya, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Sumber Teror Api di Rumah Warga Seyegan Sleman, Metana dari Bekas Rawa

“Kemudian kami cek dengan paralon untuk ngecek seberapa besar secara manual lah. Ternyata gas itu memang lemah. Tapi ketika paralon kita cabut, gas itu langsung nyembur di bawah air. Jadi indikasi kuat sumber gas ini adalah gas metana dari rawa,” sambungnya.

Batuan lanau yang ditemukan juga menjadi indikasi kuat wilayah tersebut dahulu merupakan bekas rawa.

Warna batuan lanau yang gelap menjadi tempat tersimpannya gas metana.

Batuan lanau tersebut pun diambil sebagai sampel untuk diteliti lebih lanjut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved