Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Hasil Observasi Tim UPN Veteran Yogyakarta dan UGM Terkait Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

Tim dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) ikut terjun dalam kasus kemunculan api misterius rumah warga di Seyegan

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video
TERBAKAR - Titik api muncul di rumah warga Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (27/5/2026) malam pukul 22.50 WIB. Dalam sepekan terakhir, puluhan kali titik api muncul secara misterius di rumah tersebut. 

Basuki menerangkan gas yang tersimpan di batuan jenuh akan terus bergerak dan bermigrasi.

Dari investigasinya, ada indikasi jalur semacam patahan yang mengarah ke utara.

“Dan diindikasikan kuat juga, migrasi ini nyasar ke rumah Pak Agus. Sampai sekarang kelihatannya gas sudah menurun, tidak ada gejala api,” ujarnya.

Tim dari FTME UPN
Tim dari FTME UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan investigasi di rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman, Sabtu (30/5/2026). (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Saran untuk Penghuni Rumah 

Sebagai langkah awal, ia menyarankan penghuni rumah untuk mengosongkan sementara rumah di lantai satu selama satu bulan. 

Sementara para penghuni rumah dapat menempati lantai dua, mengingat rumah tersebut terdiri dari dua lantai.

Pihaknya juga akan turut memantau perkembangan yang terjadi selama sebulan ke depan.

Sebagai langkah mitigasi yang lebih komprehensif, ia mendorong dilakukannya rekaman geofisika.

Tujuannya untuk melihat kondisi bawah permukaan tanah, seberapa besar reservoir gas yang tersimpan, luasan, hingga tebal tanah.

Rekaman geofisika ini juga menjadi upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Kalau kemungkinan (terjadi di wilayah yang sama), itu serba kemungkinan. Cuma kita tidak tahu kapan. Jadi gas itu terus bermigrasi. Maka saran kami kalau memang harus lebih rindi dilakukan rekaman geofisika,” imbuhnya. 

Hasil Observasi Tim UGM

Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, mengatakan dugaan yang paling kuat penyebab kebakaran di rumah Agus Yani adalah gas metana.

Pihaknya juga mengukur suhu di rumah tersebut dengan kamera thermal. Hasilnya suhu tempat yang terbakar memiliki suhu relatif tinggi.

“Ya itu wajar karena ketika dia terbakar suhunya naik. Ke depan kami rencananya akan membawa alat untuk mengukur kandungan gas metana yang ada di tempat ini,” katanya usai observasi, Sabtu (30/5/2026). 

“Dan juga sampel air, karena beberapa waktu yang lalu, keluarnya gas itu juga bersamaan dengan jalur-jalur pipa air, ada sumur keluar api. Maka kami juga mengukur sampel air, apakah terkontaminasi metana atau tidak,” sambungnya.

Sarju menerangkan benda-benda terbakar di dalam rumah karena akumulasi gas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved