Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Misteri Api di Rumah Warga Sleman: FTME UPN dan BPPTKG Teliti Kali Konteng di Seyegan

Tim dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Yogyakarta dan BPPTKG Yogyakarta terjun ke Kasuran Seyegan Sleman (1/6/2026). 

Tayang:
Penulis: WID | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/HENDY KURNIAWAN
RISET - Riset lanjutan digelar sejumlah pihak di Kali Konteng, tepatnya di bawah Bendung Selokan Gembung Krusuk, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026).  

Dimulai pada Sabtu dini hari, di mana api membakar daster di kamar utama. Kemudian pada pukul 01.45, api menyala di kamar mandi belakang melalap kaus. 

Terjeda nyaris 12 jam, api muncul lagi pukul 13.07 di ruang depan, membakar kardus berisi buku-buku. Tiga belas menit kemudian, api membakar celana yang diletakkan di depan kamar mandi. 

Beranjak sore, api menyala lalu membakar bed cover di kamar utama pada pukul 15.25. Sepuluh menit kemudian, titik api kembali membara untuk melalap barang serupa. 

Jika ditotal sejak peristiwa langka ini terjadi pertama kali pada Sabtu (23/5/2026) dini hari, hingga kini sudah ada 70 peristiwa kebakaran beragam perabot, pakaian, alat dapur, dll. di rumah yang berada di tepi jalan utama Seyegan-Godean tersebut.

Misteri api terjawab

Misteri rumah di Sleman yang terbakar sekitar 55 kali dalam sepekan akhirnya terpecahkan. Rumah tersebut pertama kali mengalami peristiwa kebakaran pada Sabtu (23/5) lalu.

Awalnya kebakaran diduga karena kebocoran gas metana dari septic tank. Namun setelah dilakukan pengurasan dan perbaikan saluran septic tank, rumah tersebut kembali mengalami kebakaran. 

Untuk memecahkan masalah tersebut, tim dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta serta Universitas Gadjah Mada (UGM) terjun ke lokasi untuk melakukan investigasi dan observasi.

Penghuni rumah, Mutfiana mengaku tenang setelah kedatangan tim peneliti dari UPN "Veteran" Yogyakarta dan UGM. Pasalnya, ia mendapatkan penjelasan logis dan ilmiah penyebab kebakaran berkali-kali di rumah yang ia tempati.

"Lega, sudah ada jawaban. Pada intinya ini ada gas metana, bukan hal lain. Tadi sempet penjelasan dari UPN, UGM, dan instansi terkait, lebih tenang. Kalau waswas pastinya, tapi sudah lebih jelas," katanya, Sabtu (30/5/2026).

Ia menerangkan pada awal terjadinya kebakaran memang tidak tercium bau apa-apa. Namun setelah tim Gegana melakukan pengecekan, dan pihaknya melakukan penyedotan septic tank, ia mencium bau gas meski samar.
 
"Awalnya nggak tercium apa-apa, tetapi setelah tim Gegana ngecek dan kita melakukan sedot septic tank itu tercium bau gas, tapi samar. Terus di lokasi tersebut sudah pusing, mual, sama mata pedih," sambungnya.

Terkait dengan rekomendasi untuk mengosongkan lantai satu rumah, Fia menyebut akan mengusakan. Toh saat ini keluarganya sudah mengungsi di samping rumahnya.

"Akan kami upayakan, dan kami sudah mengungsi di rumah samping untuk pindah dari munculnya gas," imbuhnya. 

Tim UGM observasi

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan observasi di rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman.

Rumah tersebut yang mengalami peristiwa janggal lantaran muncul titik api misterius yang menyebabkan lebih dari 54 kebakaran selama hampir sepekan.

Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi mengatakan dugaan yang paling kuat penyebab kebakaran di rumah Agus Yani adalah gas metana.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved