Update Laporan Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Selasa 2 Juni 2026 Siang Ini

Untuk aktivitas kegempaan Merapi, tercatat 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-15 mm dan lama gempa 32.52-158.41 detik, Selasa (2/6/2026) siang

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami  6 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1600 meter

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan siang ini, Selasa (2/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Sementara untuk aktivitas kegempaan, tercatat 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-15 mm dan lama gempa 32.52-158.41 detik.

Selain itu tercatat pula 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-21 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 18.08-39.57 detik.

Serta 6 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-14 mm, dan lama gempa 7.45-17.66 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Selasa 2 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati Ada 8 Kali Guguran Lava

Sementara untuk cuaca siang ini teramati cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar 23.2-25.5°C. Kelembaban 71.6-74.6 persen. Tekanan udara 874.7-918 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved