Kenaikan Harga BBM dan LPG Nonsubsidi Jadi Penyumbang Inflasi DIY Mei 2026

Penyumbang utama inflasi di DIY pada Mei 2026 adalah transportasi sebesar 0,86 persen dengan andilnya 0,11 persen.

Tayang:
Tribun Jogja/Istimewa
ILUSTRASI - Inflasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami inflasi bulanan sebesar 0,15 persen pada Mei 2026.

Inflasi Mei 2026 sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada April 2026 lalu, DIY mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penyumbang utama inflasi pada Mei 2026 adalah transportasi sebesar 0,86 persen dengan andilnya 0,11 persen.

Inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan angkutan udara dan kenaikan harga BBM nonsubsidi.

"Sebaliknya, untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan sumbangan deflasi pada Mei ini, yaitu deflasi 0,21 persen dan andil deflasinya 0,07 persen. Kelompok lainnya adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya karena harga emas secara global," katanya melalui keterangan daring, Selasa (2/6/2026).

Endang menerangkan komoditas yang menyumbang inflasi tertinggi di DIY adalah angkutan udara dengan andilnya 0,08 persen, bahan bakar rumah tangga andilnya 0,05 persen, cabai merah dan cabai rawit memberikan andil 0,04 persen, serta minyak goreng memberikan andil 0,03 persen.

"Angkutan udara karena dipicu oleh keputusan kementerian perhubungan, sedangkan bahan bakar rumah tangga karena PT Pertamina secara resmi melakukan penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi serta gas elpiji. Cabai merah dan cabai rawit disebabkan oleh faktor cuaca dan minyak goreng mengalami kenaikan harga pada Mei 2026," terangnya.

Baca juga: Pemda DIY Pertahankan WTP 16 Kali Beruntun, Realisasi APBD 2025 Catatkan Surplus Rp138,84 Miliar

Sebaliknya komoditas yang menahan laju inflasi pada Mei 2026 antara lain telur ayam ras dan emas perhiasan memberikan andil deflasi masing-masing 0,04 persen.

Kemudian bayam, kelapa, dan daging ayam ras masing-masing memberikan andil deflasi 0,02 persen.

"Memang harga emas memang mengikuti harga emas dunia yang mengalami tren penurunan," sambungnya.

Secara tahunan, DIY mengalami inflasi sebesar 2,77 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, perawatan pribadi dan jasa lainnya memeberikan andil inflasi terbesar yaitu 1,03 persen.

Hal ini karena adanya kenaikan emas perhiasan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved