Harga LPG Nonsubsidi di Kulon Progo Melonjak Hingga Rp240 Ribu Per Tabung

Warga kelas menengah dan pemilik rumah makan cukup terdampak kenaikan harga LPG Nonsubsidi. 

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
TABUNG LPG- Persediaan tabung gas LPG non-subsidi 'Bright Gas' di Pangkalan Gas milik Eko Priyono di Pasar Sentolo Baru, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Selasa (19/05/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) Nonsubsidi Pertamina dengan jenama Bright Gas terpantau melonjak di Kulon Progo.

Lonjakan harga ini mulai dirasakan sejak April 2026 dan berlangsung hingga sekarang.

Eko Priyono, pengelola Pangkalan Gas di Pasar Sentolo Baru, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo mengatakan harga dari Pertamina sendiri sudah dipatok sebesar Rp 228 ribu per tabung ukuran 12 kilogram (kg).

"Sekarang ini saya jual di harga Rp 240 ribu per tabung ukuran 12 kg, kalau beli tabung baru harganya Rp 270 ribu," kata Eko ditemui pada Selasa (19/05/2026).

Ia menyebut dari Pertamina resmi menaikkan harga LPG Nonsubsidi per 18 April 2026. 

Namun ia merasa harga sudah terasa tinggi sejak harga kemasan plastik mengalami kenaikan.

Eko menilai naiknya harga LPG Nonsubsidi sebagai dampak dari konflik di Iran saat ini.

Belum lagi dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menunjukkan pelemahan, mengingat bahan gas juga masih diimpor.

"Dolar ya pengaruh, tapi kan katanya orang desa tidak pakai dolar," ujarnya sembari berkelakar.

Baca juga: Tanggapan ISEI Yogyakarta terhadap Pernyataan Prabowo Soal Masyarakat Desa Tak Pakai Dolar

Eko pun harus menerima protes dari para pembeli yang merasa harga LPG Nonsubsidi mahal. 

Ia berharap harga LPG Nonsubsidi tetap stabil, bahkan turun demi kenyamanan masyarakat.

Sementara di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, LPG Nonsubsidi ukuran 12 kg dipatok seharga Rp235 ribu. 

Sedangkan untuk ukuran 5 kg dipatok seharga Rp 110 ribu.

"Banyak warga kelas menengah hingga pemilik rumah makan yang mengeluh naiknya harga LPG non-subsidi," kata Yanuardani, pemilik Pangkalan LPG di Bendungan.

Terdampak

Ia menilai warga kelas menengah dan pemilik rumah makan cukup terdampak kenaikan harga LPG Nonsubsidi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved