Berita Kulon Progo

Harga Bright Gas 12 Kg Tembus Rp 240 Ribu di Kulon Progo

Harga LPG non-subsidi Pertamina dengan jenama Bright Gas di Kulon Progo mengalami lonjakan signifikan sejak April 2026. Kenaikan harga ini dirasakan

Tayang:
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
TABUNG LPG- Persediaan tabung gas LPG non-subsidi 'Bright Gas' di Pangkalan Gas milik Eko Priyono di Pasar Sentolo Baru, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Selasa (19/05/2026). 

Ringkasan Berita:Harga LPG non-subsidi Pertamina Bright Gas di Kulon Progo melonjak sejak April 2026. Tabung 12 kg kini dijual Rp 240 ribu, sementara penjualan menurun dan warga mulai beralih ke LPG subsidi 3 kg.

 

Tribunjogja.com Kulon Progo -- Harga LPG non-subsidi Pertamina dengan jenama Bright Gas di Kulon Progo mengalami lonjakan signifikan sejak April 2026.

Kenaikan harga ini dirasakan oleh masyarakat hingga kini, terutama bagi kalangan menengah dan pelaku usaha rumah makan.

Eko Priyono, pengelola pangkalan gas di Pasar Sentolo Baru, menyebut harga resmi dari Pertamina untuk tabung 12 kilogram (kg) dipatok Rp 228 ribu. Namun, di tingkat pengecer, harga bisa mencapai Rp 240 ribu per tabung.

Jika membeli tabung baru, harganya bahkan mencapai Rp 270 ribu.

Faktor Penyebab Kenaikan

Menurut Eko, kenaikan harga LPG non-subsidi dipengaruhi oleh konflik di Iran yang berdampak pada pasokan energi global.

Selain itu, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) turut memperburuk kondisi, mengingat sebagian bahan gas masih diimpor.

“Dolar ya pengaruh, tapi kan katanya orang desa tidak pakai dolar,” ujarnya sambil berkelakar.

Kenaikan harga ini membuat banyak pembeli mengeluh. Eko berharap harga LPG non-subsidi bisa kembali stabil demi kenyamanan masyarakat.

Kondisi di Wates

Di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, harga LPG non-subsidi ukuran 12 kg dipatok Rp 235 ribu, sedangkan ukuran 5 kg dijual Rp 110 ribu. 

Yanuardani, pemilik pangkalan LPG di Bendungan, menyebut banyak warga kelas menengah dan pemilik rumah makan yang terdampak.

Menurutnya, pengeluaran meningkat dan keuntungan usaha menipis. Penjualan tabung LPG non-subsidi pun menurun drastis. 


Jika sebelumnya ia mampu menjual 30 tabung ukuran 12 kg per bulan, kini hanya 10 tabung yang laku. Kondisi ini membuatnya tidak berani menyetok banyak persediaan.

Peralihan ke LPG Subsidi

Meski harga LPG non-subsidi melonjak, harga LPG subsidi ukuran 3 kg tetap stabil di Rp 18 ribu per tabung.

Hal ini membuat sebagian warga yang sebelumnya menggunakan LPG non-subsidi beralih ke LPG subsidi untuk menekan pengeluaran.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved