Update Gunung Merapi : Enam Jam Terakhir Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 12 Kali

Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sebanyak 12 kali dalam kurun waktu enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Minggu (17/5/2026) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan lava pijar sebanyak 12 kali dalam kurun waktu enam jam terakhir terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB pada Rabu (20/5/2026) hari ini.

Luncuran lava pijar mengarah ke Kali Krasak sejauh 1800 meter.

Selain itu, selama enam jam terakhir, aktifitas kegempaan di dalam perut gunung juga masih terus terjadi.

Tercatat ada 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan lama gempa 78.92-184.67 detik.

Serta 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-38 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 25.61-52.1 detik.

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 25 meter dari puncak. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Rabu 20 Mei 2026, Sebagian Wilayah DIY Diguyur Hujan

Cuaca di puncak cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur. Suhu udara sekitar 19.2-20°C. Kelembaban 86-92 persen. Tekanan udara 872-915 mmHg.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III.

BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:

Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).

Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).

Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Peringatan Penting:

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved