Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Alasan UGM dan UPN Tutup Investigasi Kasus Rumah Api Seyegan Sleman

Tim PKPE UGM mematahkan dugaan adanya self-ignition atau pembakaran spontan akibat faktor alam. 

Tayang:
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video api
TEROR API: Teror api membakar barang-barang di dalam rumah warga Seyegan, Sleman.   

Ringkasan Berita:Tim peneliti UGM dan UPN Yogyakarta menyimpulkan tidak ada fenomena alami yang memicu kebakaran misterius di rumah Agusyani, Seyegan, Sleman. UGM menemukan residu resin PVC yang mudah terbakar, sementara UPN memastikan gelembung gas Sungai Nepen tidak terkait. Penanganan kasus kini sepenuhnya berada di tangan BPBD Sleman.

 

Tribunjogja.com Jogja - Tim PKPE UGM mematahkan dugaan adanya self-ignition atau pembakaran spontan akibat faktor alam. 

Dosen Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, menegaskan seluruh uji geolistrik, termal, elektromagnetik, hingga elektro-statik menunjukkan hasil normal.

“Begitu pula dengan kandungan gas, tidak ada anomali yang dapat memicu kebakaran. Itu sama sekali tidak ada,” ujarnya.

Namun, titik terang muncul saat uji laboratorium terhadap residu di lokasi. Metode FTIR menemukan material resin dengan kandungan Poly Vinyl Chloride (PVC) yang mudah terbakar. 

UGM menyerahkan tindak lanjut temuan ini kepada BPBD Sleman.

UPN: Gas Sungai Nepen Tidak Terkait

Ketua Fakultas Teknologi Mineral Energi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Basuki Rahmad, menegaskan gelembung gas di Sungai Nepen tidak berhubungan dengan fenomena kebakaran.

Meski ditemukan indikasi batuan induk gas rawa dan retakan bawah tanah, hasil uji lapangan menunjukkan gas tersebut tidak menyala saat disulut api. 

Analisis geologi permukaan dan geofisika juga memastikan tidak ada kaitan langsung antara gelembung gas dan kebakaran berulang.

“Kami menyimpulkan tidak ada hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas di Sungai Nepen. Ini jadi kesimpulan akhir,” tegas Prof. Basuki.

Grebeg Suro Gunung Tidar Jadi Magnet Warga dan Penggerak Ekonomi Lokal

Temuan Retakan Bawah Tanah

UPN memang menemukan beberapa patahan yang mengarah dari timur laut ke barat daya. 

Validasi dengan metode geolistrik dan geomagnet menunjukkan adanya pertemuan jalur patahan utama dan cabang di bawah lantai rumah Agusyani. 

Struktur retakan batuan porous ini menjadi catatan penting, meski tidak terbukti memicu kebakaran.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved