Kesimpulan Penyebab Kebakaran Misterius di Rumah Seyegan Menurut Hasil Penelitian Tim UGM

Berdasarkan kajian ilmiah yang melibatkan ahli lintas bidang, kebakaran misterius itu bukan karena faktor alam

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
MENYALA - Titik api yang membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Tim PKPE FT UGM menyimpulkan kebakaran misterius di Seyegan bukan karena faktor alam atau gas bawah tanah, melainkan dipicu oleh terbakarnya material resin PVC.
  • Temuan awal gas hidrogen dipastikan sebagai kesalahan alat (cross sensitivity) akibat gas Hidrogen Klorida dari PVC yang terbakar, bukan dari limbah ayam berfosfor.
  • Setelah uji berlapis (drone termal, georadar, FTIR) oleh 17 ahli dipastikan aman dari anomali, UGM resmi menyerahkan penanganan kasus ke BPBD Sleman.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM akhirnya mengeluarkan kesimpulan terkait dengan kebakaran misterius yang melanda rumah Agus Yani di Kasuran, Margomulyo, Seyegan.

Berdasarkan kajian ilmiah yang melibatkan ahli lintas bidang, kebakaran misterius itu bukan karena faktor alam.

Kebakaran yang terus-terusan terjadi itu dipicu oleh terbakarnya material poly vinyl chloride (PVC) di lokasi kejadian.

Ketua Tim Peneliti PKPE FT UGM, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, dalam jumpa pers yang dilaksanakan pada Sabtu (13/6/2026) mengatakan tim lintas disiplin ilmu melakukan serangkaian penelitian secara ilmiah.

Berdasarkan hasil dari pengujian laboratorium mutakhir yang dilakukan, disimpulkan bahwa penyebab kebakaran itu karena terbakarnya material poly vinyl chloride (PVC) di lokasi kejadian.

Prof Alva menyebut, pada awal investigasi tim menemukan adanya gas hidrogen (H_2) di lokasi kejadian.

Gas itu diduga berasosiasi dengan gas Pyrophoric dari limbah potongan ayam berfosfor sehingga memicu terjadinya kebakaran.

Namun setelah dilakukan investigasi yang mendalam, dimana tim mengambil sampel dari residu kebakaran yang menempel di permukaan dinding keramik serta kayu/tripleks pada Jumat (12/6/2026), ditemukan adanya kekeliruan pembacaan alat detektor yang sebelumnya menemukan adanya gas hidrogen.

Penyebab kekeliruan tersebut menurut Prof Alva karena kegagalan pembacaan mekanis akibat karakteristik kimiawi material yang terbakar.

Setelah dilakukan pengujian di laboratorium menggunakan metode FTIR (Fourier-Transform Infrared Spectroscopy), tim menemukan senyawa lain dari sampel yang sudah diambil.

Senyawa yang diduga menjadi pemicu kebakaran itu adalah kandungan  PVC.

"Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan kandungan poly vinyl chloride (PVC) yang tidak umum dijumpai di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks," ujar Prof. Alva.

"Saat PVC terbakar, akan muncul gas Hidrogen Klorida. Gas tersebut bisa terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor gas yang mempunyai sensor membran H2. Fenomena ini disebut cross sensitivity. Gas hidrogen klorida yang memiliki atom hidrogen di dalam molekulnya akan membuat elektroda sensor hidrogen bereaksi dan alat seolah membaca ada gas hidrogen," kata Prof. Alva.

HASIL INVESTIGASI - Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM menyampaikan laporan akhir investigasi ilmiah terkait fenomena
HASIL INVESTIGASI - Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM menyampaikan laporan akhir investigasi ilmiah terkait fenomena "Rumah Api" Seyegan di hadapan awak media di Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026). (Tribun Jogja/HANIF SURYO)

Baca juga: Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Siang Ini

Dalam kasus kebakaran misterius ini, UGM menerjunkan 17 ahli dari Teknik Mesin, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro, hingga Teknik Sipil dan Geodesi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved