Kesimpulan Penyebab Kebakaran Misterius di Rumah Seyegan Menurut Hasil Penelitian Tim UGM
Berdasarkan kajian ilmiah yang melibatkan ahli lintas bidang, kebakaran misterius itu bukan karena faktor alam
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Tim PKPE FT UGM menyimpulkan kebakaran misterius di Seyegan bukan karena faktor alam atau gas bawah tanah, melainkan dipicu oleh terbakarnya material resin PVC.
- Temuan awal gas hidrogen dipastikan sebagai kesalahan alat (cross sensitivity) akibat gas Hidrogen Klorida dari PVC yang terbakar, bukan dari limbah ayam berfosfor.
- Setelah uji berlapis (drone termal, georadar, FTIR) oleh 17 ahli dipastikan aman dari anomali, UGM resmi menyerahkan penanganan kasus ke BPBD Sleman.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM akhirnya mengeluarkan kesimpulan terkait dengan kebakaran misterius yang melanda rumah Agus Yani di Kasuran, Margomulyo, Seyegan.
Berdasarkan kajian ilmiah yang melibatkan ahli lintas bidang, kebakaran misterius itu bukan karena faktor alam.
Kebakaran yang terus-terusan terjadi itu dipicu oleh terbakarnya material poly vinyl chloride (PVC) di lokasi kejadian.
Ketua Tim Peneliti PKPE FT UGM, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, dalam jumpa pers yang dilaksanakan pada Sabtu (13/6/2026) mengatakan tim lintas disiplin ilmu melakukan serangkaian penelitian secara ilmiah.
Berdasarkan hasil dari pengujian laboratorium mutakhir yang dilakukan, disimpulkan bahwa penyebab kebakaran itu karena terbakarnya material poly vinyl chloride (PVC) di lokasi kejadian.
Prof Alva menyebut, pada awal investigasi tim menemukan adanya gas hidrogen (H_2) di lokasi kejadian.
Gas itu diduga berasosiasi dengan gas Pyrophoric dari limbah potongan ayam berfosfor sehingga memicu terjadinya kebakaran.
Namun setelah dilakukan investigasi yang mendalam, dimana tim mengambil sampel dari residu kebakaran yang menempel di permukaan dinding keramik serta kayu/tripleks pada Jumat (12/6/2026), ditemukan adanya kekeliruan pembacaan alat detektor yang sebelumnya menemukan adanya gas hidrogen.
Penyebab kekeliruan tersebut menurut Prof Alva karena kegagalan pembacaan mekanis akibat karakteristik kimiawi material yang terbakar.
Setelah dilakukan pengujian di laboratorium menggunakan metode FTIR (Fourier-Transform Infrared Spectroscopy), tim menemukan senyawa lain dari sampel yang sudah diambil.
Senyawa yang diduga menjadi pemicu kebakaran itu adalah kandungan PVC.
"Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan kandungan poly vinyl chloride (PVC) yang tidak umum dijumpai di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks," ujar Prof. Alva.
"Saat PVC terbakar, akan muncul gas Hidrogen Klorida. Gas tersebut bisa terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor gas yang mempunyai sensor membran H2. Fenomena ini disebut cross sensitivity. Gas hidrogen klorida yang memiliki atom hidrogen di dalam molekulnya akan membuat elektroda sensor hidrogen bereaksi dan alat seolah membaca ada gas hidrogen," kata Prof. Alva.
Baca juga: Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Siang Ini
Dalam kasus kebakaran misterius ini, UGM menerjunkan 17 ahli dari Teknik Mesin, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Elektro, hingga Teknik Sipil dan Geodesi.
| Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Senin 15 Juni 2026 |
|
|---|
| Jadwal dan Lokasi SIM Corner dan SIM Keliling di Jogja Hari Ini, Senin 15 Juni 2026 |
|
|---|
| Abang Jago di Medan Nekat Tantang Polisi yang Pergoki Aksinya Saat Curi Kabel, Begini Endingnya |
|
|---|
| Misteri Pemantik Api di Seyegan: UGM Temukan Bahan Mudah Terbakar, BPBD Sleman Masih 'Wait and See' |
|
|---|
| BPBD Sleman Masih Tunggu Rekomendasi Peneliti Lain Soal Fenomena Kebakaran Misterius di Seyegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260406-Titik-Api-baru-menyala-di-Seyegan-Sleman.jpg)