Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Misteri Pemantik Api di Seyegan: UGM Temukan Bahan Mudah Terbakar, BPBD Sleman Masih 'Wait and See'

Merespons temuan tersebut, BPBD Sleman memilih untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir.

Tayang:
Penulis: OSE | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/dok. Istimewa
TERBAKAR - Foto dok. Api membakar baju di depan kamar mandi, di ruang tengah rumah Agusyani di Seyegan, Sleman, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Total sudah ada 107 kali kejadian kebakaran sejak pertama kali api misterius muncul pada Jumat 22/5/2026) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM – Rentetan api yang muncul di rumah Agusyani di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, masih menyisakan satu tanda tanya besar. 

Berdasarkan hasil penelitian tim Universitas Gadjah Mada (UGM), unsur penentu atau pemantik awal yang memicu kobaran api acak hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Hasil investigasi dari Tim Pusat Kajian Pengelolaan Energi (PKPE) Teknik Geologi UGM menunjukkan sumber api bukan berasal dari kebocoran gas alam bawah tanah seperti yang sempat diduga sebelumnya.

Peneliti menemukan kombinasi material solvent (pelarut) dan resin polivinil klorida (PVC) di area rumah korban.

Anggota tim peneliti Teknik Geologi UGM, Dr. Ir. Sarju Winardi, menjelaskan bahwa interaksi kedua bahan kimia tersebut memang menciptakan kondisi lingkungan yang sangat rawan terbakar. Kendati demikian, zat-zat tersebut tidak akan bisa menyala dengan sendirinya tanpa adanya stimulus luar.

“Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia (resin PVC) nggak akan terbakar. Nah, pemantiknya apa? Ini akan ditindaklanjuti oleh tim yang lain di BPBD. Kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa,” ujar Sarju, Minggu (14/6/2026).

Respons BPBD Sleman

Merespons temuan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memilih untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir.

Pihak birokrasi penanggulangan bencana ini menegaskan masih berada dalam posisi wait and see (menunggu dan mengamati) demi mengumpulkan potret data yang utuh.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin bertumpu pada satu hasil kajian saja.

Demi menyingkap fenomena ganjil ini secara komprehensif, BPBD juga turut menggandeng lintas akademisi dan lembaga riset nasional lainnya, termasuk UPN "Veteran" Yogyakarta, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Setelah UGM rilis hasilnya, baru kami simpulkan. Kami masih menunggu rekomendasi dari instansi yang lain," kata Bambang.

Bambang juga menambahkan, pihaknya tidak mematok target tenggat waktu ketat bagi para ilmuwan yang sedang bekerja. Menurutnya, akurasi ilmiah dan kejelasan penyebab mutlak jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan penanganan, demi memberikan rasa aman jangka panjang bagi pemilik rumah dan warga sekitar.

"Tergantung dari beliau-beliau (para peneliti), cepat oke, lambat oke. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bentrokan spekulasi yang membingungkan masyarakat," pungkasnya.

Seluruh barang bukti material dari lokasi kejadian kini telah diamankan. Sementara penyelidikan lanjutan beralih pada pencarian faktor eksternal—baik kelalaian manusia, instalasi kelistrikan, maupun potensi faktor lingkungan lain—yang berperan sebagai pemantik utama dalam drama kebakaran misterius di Bumi Sembada ini.(MAW)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved