Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Misteri Pemantik Api di Seyegan: UGM Temukan Bahan Mudah Terbakar, BPBD Sleman Masih 'Wait and See'
Merespons temuan tersebut, BPBD Sleman memilih untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir.
Penulis: OSE | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM – Rentetan api yang muncul di rumah Agusyani di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, masih menyisakan satu tanda tanya besar.
Berdasarkan hasil penelitian tim Universitas Gadjah Mada (UGM), unsur penentu atau pemantik awal yang memicu kobaran api acak hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Hasil investigasi dari Tim Pusat Kajian Pengelolaan Energi (PKPE) Teknik Geologi UGM menunjukkan sumber api bukan berasal dari kebocoran gas alam bawah tanah seperti yang sempat diduga sebelumnya.
Peneliti menemukan kombinasi material solvent (pelarut) dan resin polivinil klorida (PVC) di area rumah korban.
Anggota tim peneliti Teknik Geologi UGM, Dr. Ir. Sarju Winardi, menjelaskan bahwa interaksi kedua bahan kimia tersebut memang menciptakan kondisi lingkungan yang sangat rawan terbakar. Kendati demikian, zat-zat tersebut tidak akan bisa menyala dengan sendirinya tanpa adanya stimulus luar.
“Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia (resin PVC) nggak akan terbakar. Nah, pemantiknya apa? Ini akan ditindaklanjuti oleh tim yang lain di BPBD. Kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa,” ujar Sarju, Minggu (14/6/2026).
Respons BPBD Sleman
Merespons temuan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memilih untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir.
Pihak birokrasi penanggulangan bencana ini menegaskan masih berada dalam posisi wait and see (menunggu dan mengamati) demi mengumpulkan potret data yang utuh.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin bertumpu pada satu hasil kajian saja.
Demi menyingkap fenomena ganjil ini secara komprehensif, BPBD juga turut menggandeng lintas akademisi dan lembaga riset nasional lainnya, termasuk UPN "Veteran" Yogyakarta, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Setelah UGM rilis hasilnya, baru kami simpulkan. Kami masih menunggu rekomendasi dari instansi yang lain," kata Bambang.
Bambang juga menambahkan, pihaknya tidak mematok target tenggat waktu ketat bagi para ilmuwan yang sedang bekerja. Menurutnya, akurasi ilmiah dan kejelasan penyebab mutlak jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan penanganan, demi memberikan rasa aman jangka panjang bagi pemilik rumah dan warga sekitar.
"Tergantung dari beliau-beliau (para peneliti), cepat oke, lambat oke. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bentrokan spekulasi yang membingungkan masyarakat," pungkasnya.
Seluruh barang bukti material dari lokasi kejadian kini telah diamankan. Sementara penyelidikan lanjutan beralih pada pencarian faktor eksternal—baik kelalaian manusia, instalasi kelistrikan, maupun potensi faktor lingkungan lain—yang berperan sebagai pemantik utama dalam drama kebakaran misterius di Bumi Sembada ini.(MAW)
| BPBD Sleman Masih Tunggu Rekomendasi Peneliti Lain Soal Fenomena Kebakaran Misterius di Seyegan |
|
|---|
| Hasil Penelitian Terbaru Kasus Fenomena Api Misterius di Seyegan Sleman, Ini Kesimpulan Tim UGM |
|
|---|
| Penyebab Api Seyegan Belum Terungkap, Status Tanggap Darurat Tunggu Kajian Ahli |
|
|---|
| Tim Peneliti Rencanakan Uji Gas Fosfin di Rumah Agusyani Sleman |
|
|---|
| Wujud Ikhtiar, Korban Teror Api Misterius di Seyegan Sleman Bakal Gelar Doa Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260606-Api-membakar-celana-dan-baju-di-Seyegan.jpg)