Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Penyebab Api Seyegan Belum Terungkap, Status Tanggap Darurat Tunggu Kajian Ahli
Penetapan status tanggap darurat khusus masih harus menunggu hasil kajian ilmiah menyeluruh dari para ahli.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penelitian terkait fenomena kemunculan api misterius di rumah Agusyani, di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, hingga kini masih terus bergulir dan belum menemukan kesimpulan final.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman juga belum bisa mengambil keputusan terkait status kedaruratannya.
Tunggu hasil kajian ahli
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, penetapan status tanggap darurat khusus masih harus menunggu hasil kajian ilmiah menyeluruh dari para ahli. Hingga saat ini, proses observasi di lapangan belum selesai sepenuhnya.
"Status tanggap darurat khusus masih menunggu kajian ilmiah para ahli, karena sekarang belum semua observasi rampung," ujar Bambang, Kamis (11/6/2026)
Ia mengatakan, intensitas kemunculan api di lokasi saat ini justru semakin berkurang. Jika sebelumnya api berkali-kali muncul, kini frekuensinya hanya berkisar antara satu hingga tiga kali dalam sehari.
Kondisi ini membuat para peneliti perlu mengevaluasi kembali penelitian yang dilakukan.
Sejauh ini, pihak BPBD Sleman juga belum bisa memastikan kapan seluruh tim ahli akan kembali dikumpulkan untuk duduk bersama, mengingat adanya kendala kesibukan dari masing-masing peneliti.
Bambang mencontohkan, Prof. Basuki saat ini sedang berada di Bandung hingga libur Tahun Baru Hijriyah. Sementara itu, tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga belum menelurkan kesimpulan akhir.
Dugaan awal: aktivitas gas hidrogen dan gas fosfin
Meski belum ada keputusan final, beberapa peneliti telah mengantongi dugaan awal. Prof. Alva dan Dr. Sarju Winardi dari UGM masih berpegang pada dugaan adanya aktivitas gas hidrogen dan gas fosfin di bawah permukaan tanah. Di sisi lain, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah selesai melakukan pengambilan sampel gas di lokasi dan kini sedang melakukan analisis laboratorium.
"Berbagai kemungkinan itu akan kami pertimbangkan karena ini bicara tentang alam. Informasi terbaru, tim Gegana dari Mabes Polri juga berencana datang ke lokasi dengan membawa peralatan yang lebih canggih, meskipun jadwal pastinya belum bisa dipastikan," ujarnya.
Fenomena aneh kebakaran berulang ini telah menarik perhatian lintas instansi. Sejak pekan lalu, tim gabungan dari UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta, Gegana Sat Brimob Polda DIY, BPBD, hingga BPPTKG telah terjun bergantian ke rumah Agusyani.
Terobosan terbaru dilakukan oleh Tim Laboratorium Geofisika Eksplorasi UGM yang memindai lapisan bawah tanah rumah korban menggunakan alat georadar dan geolistrik. Hasil pemindaian menunjukkan adanya struktur retakan serta anomali lapisan di bawah tanah rumah tersebut.
Temuan ini memperkuat dugaan kuat adanya migrasi gas yang bergerak naik ke permukaan, meskipun hasil ini masih memerlukan analisis mendalam. Di sisi lain, sebagai langkah penanganan cepat, Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM telah menerapkan metode penjenuhan basa.
Mereka menyuntikkan larutan air kapur ke dalam tanah di area terdampak. Langkah ini bertujuan menekan aktivitas bakteri yang memicu produksi gas hidrogen, yang dicurigai sebagai pemantik utama rangkaian kebakaran acak tersebut.(*)
| Tim Peneliti Rencanakan Uji Gas Fosfin di Rumah Agusyani Sleman |
|
|---|
| Wujud Ikhtiar, Korban Teror Api Misterius di Seyegan Sleman Bakal Gelar Doa Bersama |
|
|---|
| Tim Peneliti UGM Berencana Cek Ulang Lokasi Api Misterius di Seyegan, Pastikan Pembuktian Ilmiah |
|
|---|
| Teror Api Misterius di Seyegan Sleman Masih Terjadi di Hari ke-19, Terpal di Belakang Ruko Terbakar |
|
|---|
| UGM Deteksi Anomali Resistivitas di Rumah Agusyani, Api Seyegan Diduga Berkaitan Gas Bawah Tanah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penyebab-Api-Seyegan-Belum-Terungkap-Status-Tanggap-Darurat-Tunggu-Kajian-Ahli.jpg)