Imbas Dexlite Meroket, Bus Sekolah Gunungkidul Tak Lagi Layani Jemputan Pulang

Pemkab Gunungkidul memutuskan untuk membatasi operasional Bus Sekolah gara-gara melonjaknya harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Kompas.com/Markus Yuwono
Ilustrasi bus sekolah. Bus Sekolah Gratis saat melintas di Kota Wonosari, Gunungkidul 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Gunungkidul meniadakan layanan penjemputan pulang sekolah pada enam rute utama; hanya rute Semin-Wonosari yang tetap beroperasi penuh.
  • Dinas Perhubungan menyebut alokasi anggaran Rp392 juta per unit tidak mencukupi hingga akhir tahun, sehingga pengurangan jam operasional menjadi langkah darurat demi efisiensi biaya.
  • Wakil Ketua DPRD Gunungkidul mendesak pemerintah daerah segera menambah anggaran agar layanan kembali normal, mengingat pentingnya bus sekolah sebagai pelayanan publik.

 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ratusan siswa yang selama ini memanfaatkan layanan Bus Sekolah di wilayah Gunungkidul dipastikan tidak bisa menikmati transportasi gratis yang disediakan oleh pemerintah secara full.

Sebab, Pemkab Gunungkidul memutuskan untuk membatasi operasional Bus Sekolah gara-gara melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite.

Bus Sekolah di Gunungkidul selama ini melayani tujuh rute, yakni Ponjong-Wonosari, Semanu-Wonosari, Sokoliman-Wonosari, Tanjungsari-Wonosari, Gedangsari-Wonosari, Nglipar-Wonosari serta Semin-Wonosari.

Sebelum harga BBM nonsubsidi naik, Bus Sekolah tersebut melayani angkutan antar jemput.

Bus beroperasi saat pagi hari untuk melayani para siswa yang akan berangkat sekolah.

Kemudian pada siang hari, bus akan kembali beroperasi untuk melayani para siswa yang pulang sekolah.

Namun karena harga BBM nonsubsidi melonjak dratis dari sebelumnya Rp 14.200 menjadi Rp 26.000 per liter, operasional Bus Sekolah pun ikut terdampak.

Saat ini Dinas Perhubungan Gunungkidul hanya mengoperasionalkan Bus Sekolah pada pagi hari saja atau untuk pengantaran siswa saja.

Sementara untuk operasional bus pengantaran pulang sekolah, ditiadakan.

Adapun rute yang layanan pengantaran pulang sekolah ditiadakan di antaranya Ponjong-Wonosari, Semanu-Wonosari, Sokoliman-Wonosari, Tanjungsari-Wonosari, Gedangsari-Wonosari, Nglipar-Wonosari 

"Yang masih operasional penuh hanya bus sekolah rute Semin-Wonosari," kata Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto dikutip dari Kompas.com.

Sigit mengakui kenaikan harga Dexlite membuat beban operasional Bus Sekolah melonjak.

Bahkan kenaikan Dexlite ini tidak hanya sekali terjadi.

 "April naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600. Kemudian pada awal Mei naik menjadi Rp 26.000 per liter,"jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved