Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pemilik Rumah Makan di Kulon Progo Terpaksa Sesuaikan Harga Makanan
Kenaikan ini berpengaruh pada operasional rumah makan yang diwajibkan pemerintah untuk memakai LPG Nonsubsidi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Harga LPG Nonsubsidi mengalami kenaikan selama beberapa waktu terakhir, termasuk di Kulon Progo.
Kenaikan ini berpengaruh pada operasional rumah makan yang diwajibkan pemerintah untuk memakai LPG Nonsubsidi.
Salah satunya dialami Luki Susanti, pemilik Rumah Makan Soto Ayam Kampung Mbak Santi di Kapanewon Sentolo.
Rumah makan ini berada persis di tepi Jalan Nasional Wates-Yogyakarta.
Santi, panggilannya, mengatakan jika ia biasanya menggunakan LPG Nonsubsidi "Bright Gas" ukuran 5 kilogram (kg) untuk memasak di rumah makan yang ia kelola.
"Satu tabung bisa habis dalam 3 hari, jadi saya biasanya beli 2 sampai 3 kali dalam seminggu," ungkapnya ditemui pada Selasa (19/05/2026).
Santi membeli LPG Nonsubsidi ukuran 5 kg dengan harga Rp120 ribu, naik dari sebelumnya yang sekitar Rp100 ribu.
Ia membelinya langsung di pangkalan gas resmi.
Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi sejak April 2026 kemarin.
Penyesuaian Harga
Naiknya harga LPG Nonsubsidi membuatnya terpaksa harus melakukan penyesuaian harga terhadap makanan dan minuman yang disajikan.
"Saya naikkan sedikit harganya untuk penyesuaian, terutama minuman ya," kata Santi.
Baca juga: Harga LPG Nonsubsidi di Kulon Progo Melonjak Hingga Rp240 Ribu Per Tabung
Penyesuaian harga terpaksa dilakukan, sebab tidak hanya harga LPG Nonsubsidi yang naik tapi juga bahan pangan hingga kemasan plastik.
Kenaikan harga barang kebutuhan itu juga sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Santi tak menampik ada pembeli yang kaget begitu mengetahui harga menu di tempatnya naik.
Ia pun hanya bisa berharap harga semua barang kebutuhan bisa kembali stabil, baik LPG Nonsubsidi hingga bahan pangan.
| BKAD Kulon Progo Pastikan Gaji ke-13 ASN Sudah Cair, Nilai Total Capai Rp27,7 Miliar |
|
|---|
| BPBD Kulon Progo Perkirakan Dropping Air Bersih Mulai Agustus 2026 saat Pertengahan Musim Kemarau |
|
|---|
| Mulai Juli 2026, TPA Banyuroto Hingga Depo Wates Kulon Progo Tak Lagi Terima Sampah Organik |
|
|---|
| Mahalnya Harga Bahan Pokok Bikin Ibu Rumah Tangga di Kulon Progo Pusing Atur Keuangan Keluarga |
|
|---|
| Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Kulon Progo Melonjak, Tembus Rp55 Ribu Per Kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261905-Pemilik-rumah-makan-di-Kulon-Progo-sesuaikan-harga-makanan.jpg)