Aktivitas Gunung Merapi Rabu 3 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati 6 Kali Guguran Lava dalam 6 Jam Terakhir
Gunung Merapi teramati mengalami 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter, Rabu (3/6/2026)
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Rabu (3/6/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 51.56-164.02 detik.
Selain itu 40 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-29 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.68-32.84 detik.
Tercatat pula 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 23 mm, dan lama gempa 17.1 detik.
Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 54.23 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak.
Sementara untuk cuaca teramati cerah, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 18°C. Kelembaban 88 persen. Tekanan udara 917 mmHg.
Baca juga: Dini Hari Nanti Hujan Ringan Guyur Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul Selatan
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
| Update Laporan Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Selasa 2 Juni 2026 Siang Ini |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Selasa 2 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati Ada 8 Kali Guguran Lava |
|
|---|
| FTME UPN dan BPPTKG Lakukan Riset Lanjutan di Seyegan |
|
|---|
| Merapi Luncuran Guguran Lava Pijar Tujuh Kali Selama Enam Jam Terakhir |
|
|---|
| Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu 31 Mei 2026 Siang Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260306-Aktivitas-Gunung-Merapi-Rabu-pagi.jpg)