Update Gunung Merapi : Aktifitas Vulkanik Masih Tinggi, Suplai Magma Terus Berlangsung

Suplai magma dari dalam perut bumi ke puncak Merapi masih terus berlangsung

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Selasa (2/6/2026) pagi ini 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktifitas kegempaan di perut Gunung Merapi masih cukup tinggi.

Suplai magma dari dalam perut bumi ke puncak Merapi masih terus berlangsung.

Berdasarkan laporan harian yang dirilis oleh magma.esdm.go.id, dalam kurun waktu 6 jam terakhir, tercatat ada 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 51.56-164.02 detik.

Kemudian 40 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-29 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.68-32.84 detik.

Serta1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 23 mm, dan lama gempa 17.1 detik.

" 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 54.23 detik," tulis laman magma.esdm.go.id dikutip Tribun Jogja, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Rabu 3 Juni 2026 Pagi Ini: Teramati 6 Kali Guguran Lava dalam 6 Jam Terakhir

Dalam periode yang sama, Gunung Merapi meluncurkan guguran lava sebanyak 6 kali ke arah Kali Sat/Putih sejauh maksimal 2000 meter.

Sementara puncak terpantau secara jelas dengan asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Cuaca cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 18°C. Kelembaban 88 persen. Tekanan udara 917 mmHg.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III.

BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
  • Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
    Peringatan Penting:

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved