Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Jumat 5 Juni 2026 Siang

Gunung Merapi dilaporkan mengalami 28 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 29.68-163.81 detik, Jumat (5/6/2026)

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 28 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 29.68-163.81 detik.

Selain itu, tercatat pula 10 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-33 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.32-20.81 detik.

Di samping itu, ada 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1-2 mm, dan lama gempa 6.92-19.99 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 32.88 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan pagi-siang ini, Jumat (5/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Jumat 5 Juni 2026: Teramati 7 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur 1800 Meter

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara cuaca teramati berawan hingga mendung, angin tenang ke arah utara.

Suhu udara sekitar 23.3-27.5°C. Kelembaban 68-81.5 persen. Tekanan udara 872.2-918.8 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved