Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Senin 8 Juni 2026 Siang

Gunung Merapi teramati mengalami 35 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-471 mm dan lama gempa 31.85-152.46 detik, Senin (8/6/2026) siang

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
ILUSTRASI - Laporan aktivitas kegempaan Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 35 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-471 mm dan lama gempa 31.85-152.46 detik.

Selain itu, tercatat pula 7 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 14-33 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.23-20.67 detik.

Serta 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1-28 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 87.07-151.44 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan pagi-siang ini, Senin (8/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara untuk cuaca teramati berawan, angin tenang ke arah utara.

Suhu udara sekitar 20.5-26°C. Kelembaban 63-78 persen. Tekanan udara 875.3-919 mmHg.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Senin 8 Juni 2026: Teramati 5 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur 2000 Meter

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved