Kenaikan Harga BBM

Ujian Rakyat di Bulan Juni: Tertampar Kenaikan Harga Pangan Hingga BBM

Saat ini, masyarakat dihadapkan dengan kondisi kenaikan harga pangan dan barang, naiknya harga minyak dunia, rupiah melemah, dan kenaikan harga BBM.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Tribun Jogja
Media Wahyudi Askar menilai kelompok pekerja kelas menengah justru paling merasakan dampak kenaikan harga BBM dibandingkan kelas atas, Rabu (10/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 memicu migrasi konsumen ke Pertalite, menyebabkan antrean panjang di SPBU dan penurunan drastis omzet pengelola Pertashop.
  • ​Kenaikan harga BBM, oli yang melonjak akibat faktor global, serta harga bahan pokok yang terus merangkak naik memperberat beban ekonomi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
  • Masyarakat, terutama pekerja sektor informal, terpaksa berhemat dan mengurangi konsumsi akibat kenaikan biaya operasional dan kebutuhan pokok yang tidak terjangkau.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kondisi masyarakat saat ini bagai sedang ditampar dan ekonominya diuji bertubi-tubi. 

Belum tuntas dampak kenaikan harga pangan dan barang, harga minyak dunia, serta melemahnya nilai tukar rupiah, pada Juni 20226 ini warga dibayangi efek domino dari melejitnya tarif bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan Pertamax per 10 Juni 2026 yang menembus angka Rp16.250 per liter mulai memicu dampak di hilir. 

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Yogyakarta mulai dipadati antrean kendaraan warga yang diduga kuat bermigrasi ke jenis bensin Pertalite.

Hanafi, seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Yogyakarta, mengeluhkan kondisi SPBU yang berbeda dari biasanya, pada Rabu (10/6) malam. 

Saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Jalan Wonosari, Rejowinangun, ia dikejutkan oleh antrean Pertalite yang mengular panjang meski waktu sudah menunjukkan hampir dini hari.

Menurut Hanafi, kondisi tersebut terbilang tidak wajar, lantaran pada hari-hari biasa di jam yang sama, antrean di SPBU tersebut cenderung sepi dan hanya menyisakan beberapa kendaraan. 

Untuk mendapatkan Pertalite, ia harus rela menghabiskan waktu hingga puluhan menit di atas sepeda motor yang jadi senjatanya mengais nafkah. 

Sebuah situasi yang cukup menyiksa baginya setelah mencari pundi-pundi rupiah dengan menyusuri jalanan seharian penuh.

"Antre sekitar 20 menit, ada lebih dari 20 motor itu di depan. Sudah posisi capek, ngantuk, habis narik, masih harus antre panjang buat ngisi bensin," tuturnya, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Pulihkan Total Korban Kekerasan, DPRD Kota Yogya Matangkan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak 

Tak terjangkau

Sebelum terjadi kenaikan harga, ia kadang beralih membeli Pertamax jika antrean Pertalite tampak panjang. 

Namun kini, dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter, ia mantap menggelengkan kepala dan memilih antre BBM subsidi. 

Banderol Pertamax yang kini melejit begitu pesat sudah berada di luar jangkauan kantong para pekerja sektor informal seperti dirinya.

"Kalau dulu masih bisa, begitu antrean panjang, geser ke Pertamax. Lah, sekarang harganya Pertamax sudah Rp16.000 lebih. Kalau buat ojol kayak saya yang setiap hari mondar-mandir ke sana kemari, ya susah. Mau enggak mau, tetap bertahan pakai Pertalite, disabar-sabarkan saja lah, semoga segera ada kabar baik. Capek juga setiap hari gonjang-ganjing begini," tegasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved