Hukum dan Ujian Kenikmatan

Kepala BGN dan para tersangka lainnya, diperkirakan mendapatkan aliran uang haram dari markup barang elektronik hingga fasilitas operasional

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Sudjito Atmoredjo 

Oleh: Sudjito Atmoredjo

Profesor Emeritus di PDIH Fakultas Hukum UMS

Bagi para koruptor, hidup mewah, bergelimang harta-benda,merupakan kenikmatan.

Mereka lupa, lalai, buta mata-hatiya, bahwa kenikmatan itu hadir sebagai ujian. Akankah dia bersyukur ataukah justru kufur?.

Akankah dia semakin taat pada hukum ataukah semakin gemar melanggar hukum? Contoh, koruptor pada kasus Makan Bergizi Gratis (MGB). 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan para tersangka lainnya, diperkirakan mendapatkan aliran uang haram dari markup barang elektronik hingga fasilitas operasional yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Di antaranya  (1) Pengadaan 21.801 unit motor listrik,bernilai Rp1,03 triliun; (2) Markup pengadaan barang non-operasionalpada pembelian 32.000 pasang sepatu, 31.000 unit komputer tablet, dan 5.400 unit televisi; (3) Setoran dapur dari Yayasan Mitra, sebesar Rp 6 juta per hari per dapur; (4) Akumulasi harian keuntungan ilegal dari ribuan titik dapur, mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Akibat praktik jual-beli izin titik layanan ilegal itu, kerugian negara menyentuh angka Rp1 triliun per bulan.

Pertanyaan: mengapa mereka leluasa korupsi? Bukankah ada aparat penegak hukum? Kritik tajam dari masyarakatpun bertubi-tubi?

Untuk diingat, bahwa korupsi itu bukan sekadar masalah hukum.

Ditukikkan lebih dalam, korupsi merupakan masalah etika/moral/akhlak.

Tidaklah mungkin, hukum mampu mengatasi seluruh persoalan korupsi. Satu kasus sudah ditindak,kasus lain muncul. Tiada jeda, tiada jera.

Baca juga: Pak Kades Sakit, Enam Perangkat Desa di Demak Malah Asyik "Party" Es Moni di Kantor

Korupsi identik kompleksitas permasalahan kehidupan. Korupsi marak dan semakin canggih, berseiring dengan kemajuan ilmu, teknologi, dan perkembagan zaman.Hukum selalu terbirit-birit, mengejar perkembangan-perkembangan itu.

Selama kehidupan berlangsung, permasalahan korupsi pasti dijumpai/berkelindan di dalamnya. Di situlah, orang-orang waras, ditantang bersikap bijak dan profesional.

Permasalahan korupsi, perlu/wajib dicari solusinya. Segalanya, demi terwujudnya kehidupan tertib, teratur, berkah, dan bahagia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved