Jujurlah Jangan Serakah
Situasi semakin memanas. Konflik kian kompleks.Eskalasi di Lebanon serta serangan strategis, menyasar fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab (UEA).
Oleh: Sudjito Atmoredjo
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM)
Dilaporkan oleh Agence France-Presse (AFP- 20/05/2026) bahwa perang Iran versus AS-Asrael kini memasuki fase krusial.
Situasi semakin memanas. Konflik kian kompleks.Eskalasi di Lebanon serta serangan strategis, menyasar fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab (UEA).
Warga dunia menunggu dengan harap-harap cemas, apa yang akan terjadi esok hari. Akankah terjadi perang nuklir?
Tak seorang pun mampu menjawab dengan pasti. Para pakar maupun awam, sebatas menganalisis, membuat prediksi, dan sekaligus berharap. Hanya sebatas itu. Selebihnya, wait and see.
Pada ranah nasional, update perekonomian nasional per Rabu (20/5/2026) menunjukkan:
(1) Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61 persen (y-on-y). Konsumsi pemerintah tumbuh 21,81 persen. Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di Asia;
(2)Inflasi,relatif terkendali di kisaran 2,26 persen hingga 2,42 persen (y-on-y) pada April 2026. Situasi ini, berada di target sasaran pemerintah dan bank sentral;
(3) Nilai tukar rupiah berada dalam tekanan dan diperdagangkan di kisaran Rp17.658 per USD.
Hal ini memicu kekhawatiran terhadap biaya impor (energi dan pangan); (4) Suku bunga acuan (BI-Rate) terakhir ditahan di level 4,75 persen.
Namun, pasar memperkirakan adanya kenaikan ke angka 5,00 persen untuk menahan pelemahan rupiah lebih lanjut.
Akankah esok hari, perekonomian nasional semakin baik, ataukah sebaliknya?
Tak seorang pun mampu menjawab dengan pasti. Para pakar maupun awam, sebatas menganalisis, membuat prediksi, dan sekaligus berharap. Hanya sebatas itu. Selebihnya, wait and see.
Pada ranah sosial-kebangsaan, situasi seolah tenang, tetapi mengkhawatirkan. Kekecewaan rakyat pada pemerintah bisa berubah menjadi huru-hara, bila tidak direspons secara bijak dan tepat.
| Moralitas dan Keadilan dalam Perang |
|
|---|
| Negosiasi AS-Iran Gagal, Tema Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Persoalan Utama |
|
|---|
| Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Bubar di Tengah Jalan, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Iran Klaim Menang Perang, Mojtaba Khamenei: Kami Tidak Cari Perang, Tapi Siap Sampai Mati |
|
|---|
| Babak Baru Konflik Iran vs AS dan Israel, Sepakat Gencatan Senjata Setelah 39 Hari Berperang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jujurlah-Jangan-Serakah.jpg)